Senin, 07 Mei 2012

Refleksi Hardiknas : Cermin Pendidikan Kita


Tanpa terasa perjalanan di tahun 2012 telah menginjak pada bulan ke Lima. Tepatnya Mei. Di bulan ini ada tokoh besar negeri ini dilahirkan. Tentu kita ingat Nama Ki Hajar Dewantara.
Bulan lalu ada juga tokoh besar pendidikan juga di lahirkan, yang tak lain  adalah Raden Ajeng Kartini. Yang mungkin untuk sementara orang hanyalah sebatas peringatan yang seremonial yang identik dengan memakai pakaian adat Jawa ala Kartini.
Kedua tokoh diatas adalah pejuang dan perintis Pendidikan Bangsa. Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai tokoh yang berjuang untuk member jawaban terhadap pertanyaan:”Pendidikan apakah yang cocok untuk anak-anak Indonesia?”
Jawaban yang paling tepat adalah Pendidikan Nasional.
Sedikit melongok kebelakang usaha Pendidikan Nasional tersebut telah dimulai pada  3 Juli 1922, dengan mendirikan perguruan Kebangsaan Taman Siswa yang pertama di Yogyakarta. Dengan nama National Onderwijs Instituut Taman Siswa (Lembaga Pendidikan Nasional Taman Siswa )
Perguruan Kebangsaan Taman Siswa sangat menarik cendekiawan dalam dan luar negeri, banyak yang datang ke Yogyakarta atau cabang-cabang Taman Siswa lainnya untuk mempelajari, mengerti, dan mendalami cita-cita, konsepsi dan hasil usaha Ki Hadjar Dewantara dan kawan-kawannya.Diantaranya dari Negeri Belanda, Inggris, Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan lainnya. Bahkan pada jaman penjajahan Belanda, seorang pujangga besar India, Rabindranath Tagore, menyempatkan diri untuk mengunjungi Taman Siswa di Yogyakarta.
Melalui perguruan Taman siswa Ki Hadjar Dewntara mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan nusa dan bangsa. Taman Siswa melaksanakan kerja duta dan  kerja membantu. Tugas yang pertama dimaksudkan untuk mendidik rakyat agar berjiwa kebangsaan dan dan berjiwa merdeka, untuk menjadi kader-kader yang sanggup dan mampu mengengkat derajat nusa dan bangsanya sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang merdeka. Kedua kerja membantu dimaksudkan untuk  membantu perluasan pendidikan dan penghajaran pada saat yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.
Semboyan ; Suci Tata Ngesti Tunggal, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Ngarsa Mangun Karsa, Tut Wuri Andayani, Mengabdi kepada sang Anak, adalah semboyan yang sangat dipegang teguh oleh pamong-pamong Taman Siswa yang melaksanakan tugasnya.
Secara sederhana dapat diartikan bahwa dimanapun kita berada harus mampu memposisikan diri bisa bermanfaat kepada orang lain disekitar. Dapat menjadi contoh dengan perilaku-perilaku yang baik, memberikan semangat ditengah-tengah masyarakat untuk lebih giat dalam berkarya, dan selalu menjadi motivator yang ‘handayani. Yang barang tentu dengan motivasi-motivasi yang bisa dipertanggungjawabkan.
Jika kita sedikit ‘berkaca’ sudahkan semboyan-semboyan diatas ada pada diri kita?
Kemudian sudahkah pendidikan kita sekarang  sesuai dengan cita-cita Kartini dan Ki Hadjar Dewantara?  Jawaban setiap kita tidaklah sama tergantung dari sudut mana mereka memandang. Lembaga pendidikan sudah merata sampai ke pelosok negeri. Baik yang negeri atau swasta. Mulai dari tingkat Dasar sampai pada Perguruan Tinggi.
Murahkah?
Terjangkaukah beaya pendidikan untuk rakyat miskin?
Dengan tujuan peningkatan mutu pendidikan banyak sekali Rintisan sekolah Standar Nasional, bahkan rintisan Sekolah Berstandar Internasional. Yang pasti terjadi adalah meningkatnya beaya pendidikan. Sehingga makin jauh dari semangat aksebilitasnya bagi kaum miskin. Sekolah “bermutu” hanyalah untuk anak-anak yang orang tuanya berkantong tebal.
Ada yang mengatakan pendidikan bagaikan komoditas yang bisa dijadikan bisnis mencari keuntungan. Bisa kita lihat pada tahun ajaran baru nanti, untuk daftar ulang di SMP,mencapai ratusan ribu, SMA negeri saja berjuta-juta  dan harus tunai. Belum lagi masuk di Perguruan Tinggi tentu lebih jauh berlipat-lipat…..
Mungkin saja jika R.A. Kartini dan Ki Hadjar Dewantara masih hidup,mereka akan sangat prihatin melihat rakyatnya masih banyak yang belum bisa menikmati pendidikan seperti apa yang mereka cita-citakan.
            Akhirnya memelui peringatan Hari Pendidikan tahun ini,marilah sama-sama lebih peduli terhadap dunia pendidikan, yang barang tentu melalui kemampuan kita masing-masing.

Senin, 16 April 2012

POTRET


Hidup adalah sebuah perjalanan.
 Perjalanan panjang yang yang mesti dilalui oleh setiap makluk. Tentu makluk satu dengan yang lain mempunyai warna tersendiri ,satu dengan yang lain tak akan sama.  Bagi yang beruntung akan menjalaninya dengan lancar seperti berjalan pada jalan yang lurus tanpa lubang. Sehingga hidup bisa dimaknai dengan sesuatu yang sederhana. Berbeda denngan mereka yang penuh dengan kesulitan, tentu yang belakang ini mengartikan hidup sebagai sesuatu yang penuh dengan warna yang memerlukan terjemahan yang begitu rumit dan membosankan, perlu strategi,kerja keras dengan upaya yang maksimal yang barang tentu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Pemikiran sederhananya adalah keberadaan kita hanyalah sekedar bertahan hidup. Mempertahaankan hidup diantara sesama manusia dan makluk-makluk ciptaan Tuhan yang lain. Tentu karena manusia dikarunia akan yang lebih cerdik dari makluk lain, timbullah keinginan yang lebih dari sekedar bertahan hidup. Timbul keinginan  lebih dari yang lain, sehingga seringkali berbenturan antara satu dengan yang lain, ada yang dengan kekuatannya mereka memaksakan kehendaknya dengan orang lain, ada yang pasrah, ada yang mempertahankan hak-haknya sehingga terjadi perselisihan bahkan peperangan. Ada yang dengan kepintarannya dengan tega mengambil hak-hak orang lain seperti halnya para koruptor yang bangga dengan apa yang telah mereka perbuat, tanpa merasa bersalah melihat kehidupan sesamaanya yang penuh dengan kekurangan. Jika si miskin berfikir apa yang besok dimakan, maka berbeda dengan yang mereka rencanakan,” Besok kira-kira siapa ya, yang bisa kumakan!” Jelas, sangat berbeda bukan?
Sifat dan tabiat mewarnai perjalanan kita. Pada dasarnya kita akan bangga jika disebut sebagai orang kaya, ada sebagian dari kita yang bangga dengan kekayaan yang di miliki, akan tetapi keadaan akan berbanding terbalik ketika ada sesuatu yang gratis, dengan sukarela pula kita disebut miskin, demi mendapatkan sesuatu yang sebenarnya bukan menjadi haknya.
Jika kita mau sedikit meluangkan waktu untuk  melihat dan mendengar potret perjalanan. Beberapa diantaranya mungkin ada disekitar kita :
a.       Sebuah keluarga kecil Ayu dan Budi telah beberapa tahun berumah tangga. Karena keberuntungan yang belum berfihak mereka merasakan kesulitan. Merasa rejeki dirumah tidak cukup Budipun mencoba keberuntungan dengan bekerja diluar daerah. Malangpun tak bisa ditolaknya, sudah beberapa bulan ini Budipun tidak mengirimkan nafkah untuk anak dan istrinya. Merasa terlantar Ayupun mencari penghasilan dengan caranya sendiri. Pergi pagi hingga larut malam, Ayu belum juga pulang. Sungguh kasihan anak-anak mereka. Ternyata Budi tidak sendiri, masih banyak Budi-Budi yang lain, yang nasibnya tak jauh beda.
b.      Lain pula dengan Cici dan Dundit. Dengan bekal keterampilan yang pas-pasan Dundit mencari nafkah sebagai kuli bangunan di jalan. Yang kadang ada, dan seringkali mangganggur karena sepi order. Mereka dikaruniai dua orang putera yang lagi senang-senangnya jajan dan bermain. Untuk membeli beras saja mereka susah. Tak tahan memikul beban hidup,  suatu ketika Cici berteriak histeris, dan sekarang masih ‘lupa’ dengan dirinya sendiri. – para tetangga menyebutnya stess ---- dan akhirnya dirumahsakitkan dengan keluarganya.
Budi dan Dudit kalau boleh penulis menilai adalah potret pribadi yang ‘kalah’ dalam mempertahankan hidup. Mungkin hal ini tidak akan terjadi jika mereka mempunya bekal keterampilan yang cukup, atau untuk kita yang sekarang ini sedang ‘berkuasa’ atau ‘mempunyai kekuasaan’ rela berbagi, peduli, dengan teman-teman disekitar yang masih teramat sangat membutuhkan bantuan. Cukup mengambil apa yang menjadi hak, memberikan apa yang menjadi hak orang lain. Jika boleh berandai-andai, apabila ini berjalan maka tidak ada yang merasa diperlakukan tidak adil. Hidup-pun terasa nyaman karena masing-masing akan mendapat ‘keadilan’ menurut porsinya masing-masing.
 
Semoga saja kita tidak termasuk orang yang ‘miskin’atau senang ‘ dimiskinkan’…………

Selasa, 10 April 2012

Cita-cita..............

Setiap perjalanan selalu menyimpan tujuan. Demi pemenuhan sebuah keinginan.
Dikala kecil kita juga pernah bercita-cita. Tak ada harapan yang jelek. Jadi Presiden, serdadu perang yang gagah dengan senjatanya, dokter yang ramah dengan statetoskopnya, atau pak Oemar Bakri dengan tas dari kulit buayanya.

Tentu, cita-cita dan harapan tak selamanya bisa diraih. Ada barangkali profesi yang sama sekali tidak diangan-angankan  malahan sekarang kita jalani. Ada yang merasa enjoy , mungkin ada pula yang dirasa sebagai beban.  

Mungkin sekedar analogi yang belum tentu benar,-----hati kita seperti karet.--------


Kita takkan  selesai dengan harapan dan kemauan, walau terkadang kemauan itu diluar kemampuan kita. Dan itu adalah hal yang sangat lumprah adanya. Jika keingainan satu tercapai maka segera disusul keinginan yang lain, keinginan-keinginan dan seterusnya. Satu dapat direngkuh, timbul dua, tiga, dan empat. Tak ada batasnya!!
Pada waktu yang lain ketika menginginkan si - empat yang tidak tercapai karena keadaan yang kurang beruntung, maka 'tiga'pun kita terima. Jika 'tiga'pun tak dapat diraih, kitapun rela dengan angka 'dua'. Bahkan 'dua'pun tak dapat, 'satu'pun jadilah..........


Keinginan yang dibiarkan'liar' akan menjadikan manusia menjadi maklukTuhan yang 'rakus',dan lupa akan jati diri. Keinginan tiada akhir, kepuasan tiada batas. Akantetapi  jika tak punya cita-cita, maka kita adalah orang yang celaka.

Banyak orang mengatakan mestinya manusia bisa 'nata ati'. Mungkin kurang lebihnya berarti apa yang kita dapati untuk hari ini patut kita syukuri. Jangan selalu melihat ke atas. Sekali-kali kebawah seperti berjalan agar tidak tersandung batu tajam.

Manusia mempunyai ukuran yang berbeda.Laksana gelas; walau diisi dari air terjun yang tak terhitung jumlah liter, tapi yang didapat takkan lebih dari ukurannya. Satu gelas!! Akan lebih baik jika gelas yang berisi penuh ini kita minum, dan dikala habis segeralah isi kembali.

Bukan bermaksud menggurui,tulisan ini dibuat hanya karena penulis lagi 'kancilen' gak bisa  tidur!!.
Jika ada nilai baiknya silakan diambil, dan apabila sama sekali tak bermanfaat, yaaaa... anggaplah anda menemukan sobekan koran bekas yang tak lagi kentara artikelnya.

Akhirnya semoga kita semua menjadi orang yang berhasil akan cita-cita, berhasil menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab kita saat ini.

Semoga!!!!

Rabu, 28 Maret 2012

Stand APE Dinpendik Sale Kebanjiran!!!


Setahun sekali Dinas Pendidikan Keabupaten Rembang mengadakan Pameran Alat Peraga Edukasi (APE). Pameran yang diikuti oleh seluruh UPT Dinpendik Kecamatan di wilayah Kabupaten Rembang. Pelaksanaan tahun ini difokuskan di SD Kutoharjo 4, pada tanggal 27 - 28 Maret 2012.

Pameran bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar anak utamanya anak-anak Sekolah Dasar melalui alat Peraga Pendidikan yang dibuat dari alat dan bahan yang mudah didapat, yang berupa hasil karya guru maupun karya siswa. Bahan bisa dari daur ulang, ataupun membeli.

UPT Dinpendik Kecamatan Sale kali ini menampilkan berbagai alat peraga, diantaranya miniatur gunung berapi, model televisi pendidikan, cara penjumlahan bilangan bulat, peta buta wilayah kabupaten Rembang Denah wilayah tinggal, trafikligh,karambol Pendidikan,  dan masih banyak lagi. APE ini adalah peran serta dari SD wilayang Kecamatan Sale.

Dari beberapa APE yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah miniatur proses terjadinya letusan gunung berapi, televisi pendidikan dan karambol pendidikan utamanya bagi anak-anak. Untuk para bapak dan ibu guru lebih tertarik pada link perkalian, dan carapenjumlahan bilangan bulat.

Pembenahan dan panataan dimulai senin tanggal 26 Maret, malam persiapan diawali dengan hujan yang cukup deras yang sempat merepotkan. Bagaimana tidak, karena takut rusak terkena air kami mencopot kembali alat-alat yang sudah terpasang karena tenda yang kami pakai mengalami kebocoran yang cukup lumayan. Belum lagi aliran air yang sempat masuk stand.

Siang harinya kamipun kebanjiran pengunjung. Rupanya APE yang kami sajikan sangat menarik pengunjung. Kamipun tak bosan-bosan menjelaskan setiap pertanyaan pengunjung.

Malam harinya kami adakan hiburan organ tunggal yang diawaki oleh Bapak Sulijan, salah satu pendidik dari SD Negeri 1 Ukir. dan sekali lagi kamipun kebanjiran pengunjung yang ingin menyumbangkan suaranya.

Terima kasih kepada pengunjung yang telah mampir dan bertukar pengalaman kepada kami, semoga bermanfaat pada dunia pendidikan kita.

Ternyata kebanjiran tidak selamanya merugikan, ada senyum kepuasan akan jerih payah yang kami di pameran kali ini.


Rabu, 14 Maret 2012

Bulu Tangkis

1. Sejarah Bulu Tangkis

Badminton sudah dikenal di India pada tahun 1870-an. dengan nama battedore, yaitu jenis permainan yang dimainkan oleh dua orang yang berusaha mempertahankan 'bola' selama mungkin di udara dengan cara memukul ke depan ( forehand) atau kebelakang (backhand).
Pada awalnya orang menggunakan penepak dari kayu. dua orang berhadapan berusaha menepak kok selama mungkin.

Daya tarik bulu tangkis adalah bila kok dipukul keatas, maka saat jatuh, kok akan melambat yang memungkinkan orang akan mengejar dan memukulnya kembali. ada pendapat yang mengatakan bahwa asal mula kok ketika ada seseorang duduk melamun dibelakang meja yang tanpa sengaja mengambil tutup botol dari gabus kemudian menancapkan beberapa bulu unggas yang kala itu digunakan sebagai pena. Maka jadilah bentuk kok sederhana.(Sugeng Aryanto :2007)

Asal mula " Badminton" berasal dari rumah (istana) yang bernama Badmintaon House milik Duke of Beaufort. Dikarenakan masyakat mengenal permainan ini dari sini.

pada 1840 hingga 1850-an, keluarga Duke of Beufort VII sering melakukan olahraga ini. Bosan dengan permainan yang itu-itu saja.mereka merentangkan tali antara pinti dan perapian, kemudian mereka memainkan kok melewati tali tersebut. Dan disinilah awal mula dari kemunculan net.

2. Lapangan

Lapangan untuk pertandingan internasionalmenggunakan semen yang dilapisi dengan kayu lantai.
Lapangan Bulu Tangkis mempunyaiukuran 6,1 x 13,4 meter,yang dibagi dalam bidang-bidang, masing-masing dua sisi yang berlawanan. Wilayah service untuk tumnggal mempunyai lebar 5,18 meter dengan panjang 13,4 meter.Wilayah service ganda berukuran 6,10 meter dengan panjang 11,8 meter. Garis service pendek berukuran 1,98 meter darijaring. Kotak service kiri dan kanan dopisahkan dengan garis ditengahnya.

3. Net

Net berada di tengah-tengah lapangan dengan ketinggian 155 cm dari permukaan lapangan. Net merupakan pembats bidang permainan antara pemain dengan lawannya. Tinggi net sama untuk semua jenis permainan, baik tunggal maupun ganda.

4. Raket

Raket yang awalnya terbuat dari kayu sekarang terbuat dari komposit serat karbon (Plastik bertulang ngrafit ) Biasanya semakin mahal harganya akan semakin ringan dan kuat.

5. Shuttlecock

Terbuat dari bulu angsa. Menurut IBF, Berat sekitar 5.67 gram, dengan  bulu yang menempel pada gabus berjumlah antara 14-16 buah, dan diikat dengan tali supaya tidak mudah lepas.

6. Aturan main.............. ( bersambung )

Rabu, 11 Januari 2012

Narkoba - Bahaya Mengintai...

Pada pembahasan terdahulu pada " Narkoba Boleh Dikenal Jangan Disayang" telah disampaikan pembahasan Narkotika secara garis besar. Pada tulisan kali ini kita bahas jenis dan efek penggunaan secara rinci.

Secara khusus, Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok : 1. Kelompok Narkotika
Jenis narkotika bermacam-macam, diantaranya Opoida alamiah (  Opium, Morfin, Kodein ), garam dan turunan dari kokain dan cannabis(Ganja : berisi zat kimia deta-9-tetra hidrokanbinol, berbentuk tanaman yang dikeringkan( bahan-bahan lain baik yang bersifat alamiah atau sintetik, yang dapat dipakai sebagai pengganti morfin dan kokain, putauw ( jenis heroin yang dapat menjadi pilihan bagi para penyalahgunaan obat )

2. Kelompok Psikotropika
 Psikotropika ( sedatif dan hipnotika ) adalah zat yang berpotensi sebagai penyebab sindroma ketergantungan.
Kelompok ini dibagi menjadi 4 :
a. psikotropika Golongan I.
    Jenis ini mempunyai potensi yang sangat kuat sebagai penyebab ketergantunngan dan dinyatakan sebagai barang terlarang. Contohnya " sabu-sabu, dan  ekstasi.
b. Psikotropika Golongan II.
   Mempunyai potensi kuat dalam menyebabkan sindroma ketergantungan. contohnya , Fleksiklidine (PCP).
c. Psikotropika Golongan III.
   Berpotensi sedang untuk menimbulkan ketergantungan. Yang termasuk golongan ini adalah  Flunitrazepam,      Rohipnol, Mogadon.
d. Psikotropika Golongan IV.
    Berpotensi ringan penyebab sindroma ketergantungan. contohnya : Alpazolam(xanax), Bromazepam(lexotan), Diazepam(valium), Estazolam (esilgan) dan frisium. jenis ini biasa disebut anestesi ringan, biasanya berbentuk salep untuk dioles pada kulit atau diminum sebagai penenang.

3. Kelompok Zat Adiktif.
Zat atau obat selain ketiga jenis diatas, yang dapat menimbulkan ketergantungan. Diantaranya adalah Inhalasia, Nikotin, dan Kafein.

Bahan-bahan diatas sangat berbahaya, semuanya perlu kita kenali dengan tujuan untuk menghindari penggunaan bahan-bahan diatas tanpa anjuran dari dokter atau tenaga yang ahli dibidang ini sama sekali tidak bermanfaat bagi penggunanya. Perlu diketahui pila jenis obat atau narkotika yang sering digunakan para pemakai antara lain ; pil BK, Nipam, Rohipnol, Mogadon, Lexotan dan Valium. Jenis Putauw adalah : opium, morphin & codein, Pethidin, jenis lain yang menjadi pilihan adalah ganja, ekstasi dan sabu-sabu.

Pada awal penggunaannya, pemakai akan merasa gembira, euphoria yang berlebihan, berkurang rasa sakitnya, mengalami halusinasi, efek analgetik (pengurangan rasa nyeri), mual dan muntah, napas sesak, sulit buang air besar, pengecilan penampang pupil mata  dan merasa ngantuk, terlambat tidur. Kemudian menyusul efek lanjutan, yaitu ketergantungan obat, ketergantungan psikis(sugesti), ketergantungan Fisik(sakaw).
Kondisi ini akan diikuti denbgan beberapa gangguan fisik :
  • terjadi kerusakan fungsi otak
  • brain damage
  • abses pada kulit/pembuluh darah
  • dapat terjadiosteomielitis
  • gangguan koordinasi otot
  • bronkitis
  • pneumonia
  • kerusakan gigi
  • sembelit menahun
  • impotensi pada laki-laki
  • kemandulan padaa wanita
  • nafsu makan hilang
  • mudah terinfejksi penyakit menular, TB, hepatitis, dan HIV/AIDS
Jika seseorang sudah mengalami ketergantungan napza, akan berperilaku sebagai berikut :
  1. keinginan yang tidak tertahankan untuk mengkonsumsi, dan selanjutnya menghalalkan segala caraa.
  2. kecenderungan untuk menambah dosis sejalan dengan bats toleransi tubuh yang meningkat
  3. ketergantungan psikis,jika dihentikan akan menimbulkan kecemasan, depresi.
  4. ketergantungan pisik yaitu gejala putus napza(sakaw).
Sekali lagi Narkotika dipelajari untuk dikenal, hanya tenaga ahli yang diperkenankan untuk penggunaan, bagi orang awam seperti kita jangan sekali-kali mencobanya. sekali terseret sulit untuk kembali. Perjalanan masih teramat panjang, marilah kita isi dengan hal-hal yang positif.
Katakan TIDAK!!! pada Narkoba....

)* Pustaka : Weka Gunawan, Keren tanpa Narkotika - Grasindo


Jumat, 06 Januari 2012

Narkoba Boleh Dikenal Jangan Disayang

Narkoba adalah istilah yang sangat familier di telinga kita. Banyak peristiwa negatif yang terjadi sebagai akibat dari Narkoba. Pada awalnya pengguna Narkoba berangkat dari 'rasa ingin mengetahui yang dibrengi dengan mencoba-ciba dan isen, yang pada akhirnya tanpa terasa pelaku akan terbawa larut di dalamnya.

Merokok adalah salah satu pintu penggunaan Narkoba ini. Merokok pada awalnya hanya iseng, sekedar untuk kumpul-kumpul dengan teman, atau pada sebagian Remaja menganggap merokok adalah keren, bukan lelaki jika tidak merokok.

Merokok sangat merugikandiri sendiri dan orang lain. Bahkan orang lain yang biasa disebut dengan perokok pasif akan lebih banyak menerima bahaya daripada siperokok sendiri, karena asap yang dihembuskan oleh perokok sebelumnya telah melalui paru-paru perokok, selain itu asap dariujung rokok yang tyebaka menngandung tar, karbon monoksida, dan nikotin, yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Perokok lebih rentan terhadap narkoba. Dengan kecanduan rokokorang akan cenderung menikmati kenikmatan semu  sehingga akan lebih mudah untuk  mencoba narkotika, alkohol, dan adiktif lainnya.

Selain Narkoba, sering pula kita mendengar istilah Napza.

Narkoba singkatan dari narkotika, dan bahan berbahaya.
Naza  singkatan dari Narkotika, alkohol, dan zat adiktif.
Napza singkatan dari narkotika, alkohol,psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Alkohol yang  biasa terdapat pada cairan pembersih kulit, dan minuman keras. Akibat kecanduan alkohol bisa m,engakibatkan radang pada lambung, kerusakan pembuluh saraf, kerusakan hati, dan mempengaruhi kinerja otak.

Kokain  berasal dari tumbuhan koka. kecanduan kokain mengakibatkan orang lupamakan dan minum,karena merasa selalu bertenaga, dan sangat mengganggu kinerja jantung.

Morphin  bias digunakan untukpenahan ras sakit,jika penggunaan tidak dilakukan oleh tenaga ahli akan menngakibatkan kerusakan otak, jantung dan susah bernafas.

Heroin   menyerupai morphin hanyaboleh digunakan untuk keperluanpenelitian, efek dari  salah penggunaan hampir sama dengan morphin.

Apapun alasannya penggunaan Narkoba tanpa rekokendasi dari tenaga ahli akan sangat merugikan kesehatan. Kenikmatan sesaat akan membwa kita ke jurang kesengsraan yang teramat sangat dalam, sulit sekali untuk kembali.

Maka dari jangan sekali-kali mencoba. Sekalimencoba sama dengaan membuka pintu derita.
N arkoba boleh dikenali tetapijangan dijadikan sebagai sahabat.
Narkoba dikenaluntuk dihindari.
Katakan tidak untuk korupsi!!!!!   Eh Narkoba maksudnya..........




)*Gambar Ilustrasi diambil dari mbah Google