expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 04 Oktober 2011

Cacar ... Oh .....Cacar



Cacar.... dimana-mana cacar, anak-anak sekolah banyak yang absen karena cacar. Di cuaca yang panas dengan angin yang kencang seperti sekarang ini seolah mempercepat penularannya. Dinas Kesehatanpun walaupun hanya dengan himbauan kepada sekolah-sekolah telah menunjukkan responnya. ( Pagi tadi sekolah kami diberi kertas potokopy berisi himbauan )

Sedikit sumbangan penulis mengambil materi dari Wikipedia Indonesia, dan sumber-sumber yang lain, semoga bermanfaat..........

Berbeda dari penyakit demam berdarah, meski menular, cacar air tidak termasuk penyakit mematikan. , cacar air biasanya menyerang sebelum anak berusia 10 tahun. Usia 1-4 tahun adalah usia ketika anak-anak dapat terkena cacar air dengan mudah. Sementara bayi biasanya mendapatkan kekebalan dari ibunya sehingga jarang dijumpai kasus bayi yang baru lahir atau berusia beberapa bulan mengalami cacar air.”

Mengenai gejala, umumnya suhu tubuh meningkat, muncul vesikel (benjolan berisi air) disertai rasa gatal hebat. Suhu tubuh seorang anak yang terkena cacar air adalah 37-38 derajat Celcius dan akan berlangsung selama 3-4 hari. Namun semakin dewasa seseorang, ketika terkena cacar air, semakin tinggi kenaikan suhu tubuhnya. Juga semakin banyak benjolan yang muncul. Biasanya bekasnya pun relatif lebih sulit dihilangkan

Masa inkubasi virus itu 11-12 hari. Secara garis besar, gejala yang ditimbulkan dapat dibagi menjadi dua tahap. Pertama, fase prodromal. Merupakan tahap awal gejala cacar air. Muncul 24 jam sebelum timbul gejala kelainan pada kulit dan kenaikan suhu tubuh. Penderita merasa lemah, malas, dan kehilangan nafsu makan. Adakalanya pada tubuh muncul bintik-bintik merah kecil seperti biang keringat. Kedua, fase erups. Itu merupakan tahap lanjutan gejala cacar air. Dimulai dengan timbulnya bintik kecil berwarna merah yang berubah menjadi benjolan berisi cairan jernih dengan dasar kemerahan. Setelah beberapa hari, cairan vesikel berubah menjadi keruh.


Dalam 3-4 hari vesikel melebar ke seluruh tubuh. Mula-mula dari dada lalu ke muka, bahu, dan anggota gerak lainnya (misalnya tangan). Pada tahap itu, tubuh terasa gatal. Bila benjolan telah mengering, rasa gatal akan hilang. “Benjolan yang telah mengering akan terkelupas dengan sendirinya selama kurang-lebih tiga minggu,” terang Hengky. Ditanya soal penyebab, penyakit menular itu disebabkan virus varicella atau disebut juga virus varicella zooster (virus V-Z) karena virus tersebut dapat pula menyebabkan herper zooster. Virus varicella dapat ditemukan dalam cairan vesikel, darah penderita, dan cairan selaput lendir.

Virus itu dapat ditularkan kepada orang lain dengan perantara udara. Bila penderita batuk atau bersin, dan virus varicella berhamburan di udara, orang yang menghirupnya kemungkinan dapat tertular. “Selain itu, penularan juga dapat melalui luka yang terbuka dari benjolan karena air di dalam benjolan itu terdapat virus,” ujarnya.

Daya tular virus tersebut sangat kuat. Bila seorang anak terkena cacar air, 90 persen kemungkinan orang-orang di sekitar dia, misalnya anggota keluarga yang tinggal serumah, akan tertular. Penderita dapat menularkan penyakit itu 24 jam sebelum timbul kelainan di kulit sampai 6-7 hari kemudian. “Makanya jika ada yang menderita penyakit itu, sebaiknya dipisahkan sementara dari anak lainnya selama beberapa hari.”(*)

Gejala

Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah.

Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.

Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih sulit menghilang.

Waktu karantina yang disarankan

Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Pencegahan

Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.

Pengobatan

Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan "Asiklovir" berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5% yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan "PK" sebanyak 1% yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.

Setelah masa penyembuhan varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengonsumsi air mineral untuk menetralisir ginjal setelah mengonsumsi obat. Konsumsi vitamin C plasebo ataupun yang langsung dari buah-buahan segar seperti juice jambu biji, juice tomat dan anggur. Vitamin E untuk kelembaban kulit bisa didapat dari plasebo, minuman dari lidah buaya, ataupun rumput laut. Penggunaan lotion yang mengandung pelembab ekstra saat luka sudah benar- benar sembuh diperlukan untuk menghindari iritasi lebih lanjut

Tidak ada komentar :

Posting Komentar