Selasa, 30 November 2021

Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-76 Oleh PGRI Cabang Pamotan

 

Pertemuan Ranting Cendrawasih dan Adi Kartika

Rangkaian peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-76 oleh PGRI Cabang Pamotan telah usai. Merujuk pada surat Pengururs PGRI Rembang Nomor 065/Org/Kab.Rbg/XXII/2021 tanggal  21 November 2021 tentang KEGIATAN HUT PGRI KE 76 DAN HGN TAHUN 2021 Upacara peringatan dengan virtual melalui TV Edukasi dan Chamal You Tube Kemendikbudristek RI dilanjutkan dengan serangkaian lomba yang diikuti oleh anggota dalam lingkup PGRI Cabang Pamotan.

Selaras dengan Tema Peringatan Hari Guru Tahun 2021 Yaitu “ Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” kegiatan lomba dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah, yaitu sore hari dan Hari Minggu. Melalui kegiatan lomba ini diharapkan akan menumbuhkan semangat baru karena kegiatan pertemuan secara tatap muka tidak pernah dilakukan sebagai akibat pandemic Covid-19.

Beberapa kegiatan lomba  yang dilakukan diantranya adalah menyanyi tunggal (solo vocal), Bulu tangkis, bola voli, dan menghias tumpeng sederhana.

Dengan adanya pelaksanaan ANBK dan Penilaian Akhir Semester 1 kegiatan dilaksanakan dengan  hari yang bener-benar tidk mengganggu pembelajaran di sekolah.

1. Bulu Tangkis

Bulu tangkis  dilaksanakan di Gedung KPRI DUTA Pamotan pada tanggal 19 sampai dengan 21 November 2021. Tampil sebagai pasangan ganda terbaik adalah :

  1. H.MUDJAHIDIN,M.PdI dan DADIK MUSTIYONO, S..Pd. masing-masing dari  MTs N 2 Rembang dan SMPN 1 Pamotan
  2. ARIS SUSANTO,  S. Pd dan AKH. ROZIN, S.Pd.I. dari SMA Negeri 1 Pamotan dan SD Negeri 3 Pamotan
  3. JUWARN0, S.Pd., M.Si dan ZAENU, S.Pd.I., masing-masing adalah Pengawas SD dan guru MI Daruk Huda Mlagen
  4. MARTONO, S.Pd. dan YUWANTO, S.Pd. , dari SMP Negeri 1 Pamotan dan SD Islam Pamotan

2. Bola Voli 

Pertandingan yang mengambil tempat di lapangan voli Desa Ringin ini pada tanggal 27 dan 28 November 2021, dilaksanakan di dua tempat masing-masing Lapangan Dukuh Mlayang dan lapangan Ringin sebagai antisipasi tidak terjadi pengumpulan masa yang berlebihan. Tampil sebagai tim terbaik putra  adalah :

a. Ranting Dewa Ruci

b. Ranting Diponegoro

c. Ranting Adi Kartika

Pada pertandingan putri tampil menyuguhkan permainan terbaiknya adalah :

a. Ranting Adi Kartika

b. Ranting TK

c. Ranting SMP Negeri 1 Pamotan

3. Solo Vokal

Tidak kalah menarik dari lomba lainnya, menyanyi tunggal (Solo Vokal) kegiatan yang dimulai pada pukul 11.00 WIB pada 20 November 2021 ini diikuti oleh semua ranting dengan mengirimkan 2 peserta dengan lagu Wajib dan lagu pilihan., yang dibagi dalam kategori putra dan kategori putri.

Peserta dengan penampilan terbaik pada kategori putra adalah : Karmudi, S.Pd. dari Ranting Diponegoro disusul berturut-turut Bakri dari Ranting Adi Kartika dan Nyamani, S,Pd, dari Ranting Dewa Ruci.

Pada kategori Menyanyi Tunggal Putri adalah Ernes Tiwi S.Pd. , Yuni Diah, S.Pd. dan Kanthi Anggraeni dari ranting SMP Negeri 3 Pamotan, Ranting Adi Kartika dan TK Manbaul Huda Pamotan

mmenghias tumpeng

4. Menghias Tumpeng

Menghias tumpeng sederhana dengan jumlah belanja maksimal Rp. 250.000.- juga tidak kalah menariknya, karena masing-masing peserta berusaha menampilkan karya tebaiknya dengan beaya yang minimal. 

Diikuti oleh masing-masing ranting dengan 2 orang utusan menghasilkan karya terbaiknya adalah Ranting Dewa Ruci yang diwakili oleh Sri Wahyuni, S,Pd. Dan Sri Rahayu, S.Pd. masing-masing dari SD Negeri Tulung dan SD Negeri 1 Ringin.

Karya terbaik kedua adalah Ranting SMP Negeri 1 Pamotan dengan Risa Damayanti, S,Pd. Bersama dengan Retno Endah Kurnianingrum,S.Pd.

Karya terbaik ketiga oleh Sakdiyah, S.Pd. AUD, dan Istiyanah, S.Pd. dari tk Pembina dan TK Pertiwi Pamotan sebagai utusan dari Ranting TK.


Pada kesempatan yang lain Ketua PGRI Cabang Pamotan Juwarno, S.Pd., M.Si. mengucapkan terima kasih kepada jaaran pengurus Cabang Pamotan  pengurus ranting, panitia kegiatan dan seluruh anggota serta semua pihak bahwa kegiatan berjalan dengan lancer dengan tetap mematuhi protocol Kesehatan.


Sabtu, 20 November 2021

Honorer Lolos PG 1 Prioritas Formasi Tahap 2


 Semarang — Kominfo PGRI Jateng. Jelang pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng berharap guru honorer yang sudah lolos passing grade di tahap 1, namun belum mendapat formasi atau penempatan sekolah, bisa didahulukan untuk mengisi formasi yang tersedia di tahap 2.

Hal tersebut disampaikan Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum disela doa bersama Hari Guru Nasional (HGN) dan final lomba HUT ke-76 PGRI di Balairung Kampus UPGRIS Semarang, yang digelar secara daring dan luring terbatas, Sabtu (20/11/2021).

“Kita harapkan formasi yang masih kosong di PPPK tahap 2 ini, bisa diisi oleh guru honorer yang sudah lolos passing grade pada tahap 1, meski harus pindah sekolah. Seperti diketahui pada tahap 1, PPPK diikuti oleh guru honorer di sekolah negeri, yang penempatannya di sekolah masing-masing tempat pengabdiannya saat ini, namun masih banyak di antara mereka yang belum mendapat penempatan atau formasi,” terang Dr Muhdi.

Pihaknya juga menyoroti adanya sejumlah daerah di Jateng, yang pendaftar guru PPPK masih kurang atau tidak mencapai formasi yang diajukan oleh pemerintah daerah. Demikian juga sebaliknya, ada daerah yang jumlah pendaftar melebihi formasi yang disediakan.

“Misalnya ada kabupaten, yang formasi atau jumlah lowongan guru PPPK hanya 151 orang, namun dari angka tersebut formasi guru agama juga 150-an, ini kan patut dipertanyakan. Apalagi kebutuhan guru agama di sekolah itu hanya 1 orang, bahkan ada yang satu guru agama untuk beberapa sekolah, kalau memang jumlah rombel (rombongan belajar-red) kecil,” terangnya.

Namun berbeda dengan guru kelas, berapapun jumlah rombongan belajarnya, gurunya akan tetap satu orang, sehingga dalam satu sekolah dasar, minimal membutuhkan 6 guru untuk mengajar dari kelas 1-6.

Di sisi yang lain, pihaknya berharap dalam pelaksanaan PPPK tahun ini, bisa menjadi pengalaman dalam pelaksanaan PPPK tahun 2022 mendatang agar lebih baik lagi.

“Terutama untuk pemerintah daerah, agar di tahun depan untuk mengajukan formasi sesuai dengan kebutuhan. Termasuk pemerintah pusat juga mengecek, apakah memang formasi itu sesuai kebutuhan yang disebut angka satu juta guru PPPK,” tandasnya.

Kedua, pemerintah pusat juga harus segera membuka seleksi PPPK untuk tenaga kependidikan honorer.

“Karena apa, sekolah tidak bisa berjalan tanpa tenaga kependidikan. Guru tugasnya mengajar sedangkan administrasi yang dikerjakan oleh tenaga administrasi atau tenaga kependidikan, yang jumlahnya juga tidak sedikit. Walaupun tidak sama dengan guru, tetapi saat ini juga belum ada pengangkatan untuk honorer tenaga kependidikan,” tegasnya.

Melihat hal tersebut, PGRI berharap pemerintah pusat membuat membuka formasi untuk PPPK tenaga kependidikan pada seleksi tahun depan.

Dalam kesempatan tersebut, PGRI Jateng juga mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pandemi covid-19.

“Awalnya, kita semua cemas terkait dengan pembelajaran daring, upaya-upaya melatih para guru kita lakukan dan sekarang kita buktikan bahwa guru sudah bisa melakukan pembelajaran secara daring. Namun justru permasalahannya sekarang, terkait ketidakmampuan negara dalam menyediakan akses internet untuk seluruh anak-anak kita,” tegas Dr Muhdi.

Disebutkan oleh Dr Muhdi, masih ada 30 – 40 persen siswa yang tidak memperoleh akses internet. Selain itu, juga ada keterbatasan orang tua untuk menyediakan sarana untuk anaknya, maka efektivitas pembelajaran daring terbukti rendah, bahkan Kementerian Pendidikan mengakuinya.

“Maka kami bersyukur Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri sekarang sudah dijalankan di mana pembelajaran tatap muka terbatas sudah dilakukan. Sekolah juga telah membuktikan bahwa sekolah bukan tempat yang harus kita takuti dengan sangat luar biasa, terkait penyebaran covid-19, sepanjang sekolah itu menjalankan protokol kesehatan,” tegas Dr Muhdi.

Dalam peringatan HGN dan HUT ke-76 PGRI, Dr Muhdi pun mengajak kepada seluruh para guru dan stakeholder terkait, untuk terus menjaga kondisi saat ini dan beradaptasi dengan perubahan, sehingga kebangkitan guru diharapkan mampu membawa Indonesia maju.

Sumber : Laman PGRI Provinsi Jawa Tengah 21/11/2021 10;59