Minggu, 20 Maret 2022

Improving Student Learning Outcomes With DORA

Various learning models are used in the delivery of learning materials in schools. The teacher's teaching pattern is closely related to the choice of method, if the lesson material is presented in an attractive way, it is likely that student learning motivation will increase.

Learning by doing (Learning by doing) is the initial cycle in experiential learning. The application model is designed to allow students to learn to actually do things

Learning by doing is essentially useful for the following:

a. Cultivate learning motivation

Students will be more motivated if in learning they do it directly to complete the practical task until they can because they are challenged by the completion target. Even if they start from a mistake in practice, they will continue to be motivated to do what is considered right.

 b. Encouraging students to be active

Learning while doing, of course, can trigger students to be active through various artificial and natural activities.

 c. Respect individual differences.

Learning by doing is very useful for appreciating the individual differences that appear when students carry out practical activities. If students are silent, the teacher will find it difficult to know individual differences.

 d. Teach with feedback.

The teacher will be able to immediately provide feedback on the actions of students because they immediately recognize it. Feedback can be done in terms of student behavior and absorption.

e. Facilitate absorption of concepts.

 When students practice directly, error after mistake will appear by itself and without realizing it. That's when the teacher can convey the correct concept. the teacher can observe carefully the actions of students. The results of these observations are used as provisions for improvement.

Learning by doing must involve a connection between action and thought. Kolb (2006:35) provides a cycle involving four successive stages that can simply be developed into DORA (Do, Observation, Reflective, Application) in every learning activity while doing which forms a learning cycle that must be followed sequentially without interruption in order to get results. the maximum.

The DORA pattern in question is:

(a) DO ;

 First, the teacher gives an introduction in the form of instructions for carrying out activities for students. Furthermore, students carry out activities according to the introductory content in the form of practice, exploration, simulation, testing and application of something. When students carry out activities, the teacher provides broad opportunities for students to actualize their abilities without teacher intervention. The student's work is an initial fact of the ability limit shown to get perfection.

 (b) Observation ;

The second stage, the teacher observes in depth both the behavior and content of the material shown by students when carrying out Do. It is better if the teacher uses an instrument when making observations, the teacher records information that is deemed necessary as material for the next stage.

 (c) Reflevtive ;

In this third stage, the teacher provides an evaluation of the competencies shown by the students. The teacher shows the results of student performance that are good and need to be improved. Then the teacher presents the right material according to basic competencies through power points, flip carts, material cards or others according to the subject matter.

(d) Application ;

In the fourth stage, students try again, practice, simulate, or apply according to the results of reflection in the third stage. The implementation is done in order to show more perfect results than the results in the first order (DO). This Do, Observation, Reflevtive, Application stage is also the second DO to be observed, reflected, and applied for the next stage.


Daftar Pustaka : 

Kemendikbud. 2010. Pendidikan Kepramukaan di Sekolah Dasar. Jakarta

Mulyono, Luwes Traviari Agusta, dkk. 2021. Kursus Pembina Pelatih Pramuka. Semarang


Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan DORA

 


Berbagai model pembelajaran digunakan dalam penyampaian materi pembelajaran disekolah. Pola pengajaran guru berkaitan erat dengan pilihan metode, jika bahan pelajaran disajikan secara menarik besar kemungkinan motivasi belajar siswa akan meningkat. 

Belajar sambil melakukan (Learning by doing ) merupakan siklus awal dalam pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Model penerapan dirancang untuk memungkinkan peserta didik agar belajar benar-benar melakukan. 

Belajar sambil melakukan pada hakekatnya bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut : 

a. Menumbuhkan motivasi belajar 

Peserta didik akan lebih termotivasi jika dalam belajar mereka melakukan secara langsung untuk menyelesaikan tugas praktiknya sampai bisa karena tertantang oleh target penyelesaian. Meskipun berangkat dari sebuah kesalahan saat praktik, mereka akan terus termotivasi untuk melakukan hal yang dianggap benar.

 b. Memantik peserta didik untuk beraktifitas

Belajar sambil melakukan tentu dapat memantik peserta didik untuk beraktifitas melalui berbagai kegiatan buatan maupun alami.

 c. Menghargai perbedaan individual. 

Belajar sambil melakukan sangat bermanfaat untuk menghargai perbedaan individual yang tampak saat peserta didik melangsungkan aktivitas praktik. Jika peserta didik berdiam diri saja, guru akan sulit mengetahui perbedaan individual.

 d. Mengajar dengan umpan balik. 

Guru akan dapat segera melakukan umpan balik terhadap tindakan peserta didik karena langsung mengenali. Umpan balik dapat dilakukan dalam hal perilaku dan daya serap peserta didik. 

e. Memudahkan penyerapan konsep.

 Saat peserta didik praktik langsung, kesalahan demi kesalahan akan muncul dengan sendirinya dan tanpa disadari. Saat itulah, guru dapat menyampaikan konsep yang benar. guru dapat mengamati dengan seksama tindakan peserta didik. Hasil amatan itu digunakan sebagai bekal untuk perbaikan.

Belajar sambil melakukan harus melibatkan hubungan antara perbuatan dan pemikiran. Kolb (2006:35) memberikan siklus yang melibatkan empat tahap yang berurutan secara sederhana dapat dikembangkan menjadi D-O-R-A (Do, Observation, Reflective, Application) dalam setiap melakukan kegiatan belajar sambil melakukan yang membentuk siklus belajar yang harus diikuti secara berurutan tanpa terputus agar mendapatkan hasil yang maksimal. 

Pola DORA yang dimaksud adalah : 

(a) DO (Lakukan); 

 Pertama guru memberikan pengantar berupa petunjuk untuk melakukan kegiatan bagi peserta didik. Selanjutnya peserta didik melakukan kegiatan sesuai dengan isi pengantar berupa praktik, eksplorasi, simulasi, ujicoba dan penerapan sesuatu. Saat peserta didik melakukan kegiatan, guru memberikan kesempatan luas kepada peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya tanpa campur tangan guru. Hal kerja peserta didik merupaka fakta awal batas kemampuan yang ditunjukkan untuk mendapatkan penyempurnaan.

 (b) Observation (Observasi); 

Tahap kedua, guru mengamati secara mendalam baik tingkah laku maupun isi materi yang ditunjukkan peserta didik saat menjalankan Do. Sebaiknya guru menggunakan instrumen saat melakukan observasi, guru mencatat informasi yang dipandang perlu sebagai bahan untuk tahap selanjutnya.

 (c) Reflevtive (Refleksi); 

Pada tahap tiga ini, guru memberikan evaluasi atas kompetensi yang ditunjukan siswa. Guru menunjukkan hasil kinerja siswa yang baik dan yang perlu diperbaiki. Kemudian guru menyajikan materi yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar melalui power point, flip cart, kartu materi atau yang lain sesuai dengan materi pelajaran. 

(d) Aplication (Penerapan); 

Pada tahap keempat peserta didik mencoba ulang, mempraktikkan, menyimulasikan, atau menerapkan sesuai dengan hasil refeksi pada tahap ketiga. Penerapan dilakukan agar menunjukkan hasil yang lebih sempurna dibandingkan hasil diurutan pertama (DO). Tahap Do, Observation, Reflevtive, Aplication ini juga merupakan DO yang kedua untuk diobservasi, direfleksi, dan diaplikasikan untuk tahap berikutnya.


Daftar Pustaka : 

Kemendikbud. 2010. Pendidikan Kepramukaan di Sekolah Dasar. Jakarta

Mulyono, Luwes Traviari Agusta, dkk. 2021. Kursus Pembina Pelatih Pramuka. Semarang


Minggu, 27 Februari 2022

Peran dan Tantangan PJOK di Masa Pandemi

 


Sejak ditemukan di China pada 2019, virus Covid 19 seakan tidak mau berhenti menular dari satu manusia ke manusia lain. Virus menyebar dari wilayah utara ke wilayah selatan, bahkan menular dari negara satu ke negara lain. Setidaknya dalam halaman resmi WHO,  awal November tahun ini, lebih dari 5 juta jadi korban keganasan Covid 19 di berbagai penjuru dunia. Sejauh ini pula, belum ada kepastian Covid ini akan segera berlalu. 

Efek pandemi layaknya sebuah domino yang saling berjatuhan berurutan, satu persatu sektor terkena imbasnya. Demi meminimalisir terjadinya penularan, berbagai kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan, mulai dilarang. Hal ini diperkuat dengan diberlakukannya  Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  

Berdasar Surat Edaran Mendikbud no 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus Corona mengharuskan guru melakukan pembelajaran secara daring.  Kondisi yang tidak memungkinkan pertemuan secara fisik ini memang menguntungkan di masa pandemi, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), khususnya dalam melaksanan sasaran dan tujuan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat tercapai. 

LEBIH DARI AKTIVITAS FISIK 

Salah satu cara penanggulang penularan Covid 19 adalah memperkuat imunitas. Imunitas dapat diperkuat dengan makanan yang sehat dan aktivitas olahraga yang teratur. 
Angka penularan Covid 19 pada anak cukup tinggi di Indonesia. Dengan asumsi, bahwa 2/3 anak yang terinfeksi adalah peserta didik, bisa mengantarkan kita pada kesimpulan anak anak adalah pihak yang rentan terkena covid 19. Selain membutuhkan kesadaran akan protocol Kesehatan yang tidak boleh diabaikan, anak anak juga harus dipahami tentang kebugaran sebagai salah satu pencegah infeksi covid 19. 
Kondisi inilah yang membutuhkan bimbingan dari Guru PJOK. PJOK sudah seharusnya memberikan pemahaman olahraga yang baik dan benar. Dengan memberikan pemahaman yang proporsional tentang aktivitas olahraga, maka potensi penularan covid 19 semakin sedikit dan tubuh tetap bugar dalam menjalankan aktivitas. 

TANTANGAN INFRASTUKTUR 

Pandemi Covid yang memaksa semua pembelajaran dilakukan lewat daring, tidak terkecuali Mata Pelajaran PJOK. Karakter mata pelajaran yang membutuhkan simulasi dan praktik langsung dengan pendampingan dari Guru, sangat susah apabila diterapkan secara daring. Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi hambatan utama. 

Pertama, Jaringat Internet yang kurang memadai. Pembelajaran melalui daring sangat membutuhkan koneksi Internet yang stabil. Namun harus diakui, tidak semua wilayah di Indonesia (bahkan Jawa) dengan memiliki kekuatan koneksi yang sama. 

Kedua, peran peserta didik. Medan geografis yang sukar seringkali ditambah dengan peran peserta didik yang minim. Sekalipun jaringan Internet memadai, namun sukar untuk dijamin dari peserta didik benar benar mengikuti pelajaran. Godaan game dan luasnya dunia internet sangat mungkin membuat focus peserta didik terdistraksi. 

Ketiga, penguasaan teknologi yang lemah. Beberapa guru PJOK seringkali kesulitan mengakses gadget atau memanfaatkan aplikasi yang mendukung pembelajaran.  Hal ini sangat disayangkan, dengan atensi peserta didik yang kurang, sudah seharusnya para guru lebih kreatif dalam memberikan pembelajaran. 
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan tiga langkah. Pertama, pelatihan bagi guru PJOK untuk meningkatkan kemampuan digitalisasi, hal ini bertujuan mendorong para guru lebih kreatif dalam memberikan materi. Kedua, peningkatan peran peserta didik perlu pengawasan misalnya dari orang tua. Dan ketiga, perlu dukungan pemerintah dalam meratakan pembangunan jaringan internet. Tentu saja hal ini untuk mendukung Pendidikan 4.0

Minggu, 20 Februari 2022

Cara Mendapatkan Akun Pembelajaran (Belajar.id)

Sesuai dengan Surat Edaran Dirjen GTK No. 0697/B.B5/GT.01.15/2022, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan yang telah terdaftar pada platform SIMPKB agar menautkan akun belajar.id-nya pada data personal pengguna di platform SIMPKB paling lambat 12 Maret 2022 dengan petunjuk teknis sebagai berikut:

https://bantuan.simpkb.id/books/panduan-kelola-simpkb-guru/ch01/1-6-panduan-kelola-layanan.html

Guru dan Tenaga Kependidikan yang belum memiliki akun belajar.id dapat memperoleh akun melalui laman http://belajar.id atau menghubungi operator sekolah.

 Untuk Operator Satuan Pendidikan

Buka laman pd.data.kemdikbud.go.id, lalu login

Klik tombol "Unduh Akun", pilih "Peserta Didik" atau "PTK" untuk mengunduh file csv berisi nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran untuk pengguna di satuan pendidikan Anda

Buka file csv yang sudah diunduh, lalu berikan informasi akun (user ID dan password) kepada pengguna yang bersangkutan secara pribadi

Cara Menautkan akun Belajar.id dengan SIM PKB : 



Untuk Siswa, Guru, dan Tenaga Kependidikan


Dapatkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran dari Operator Satuan Pendidikan di sekolah Anda

Buka halaman mail.google.com, lalu masukkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang Anda dapatkan

Anda akan diminta untuk menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan Akun Pembelajaran lalu mengganti akses masuk akun (password) Akun Pembelajaran Anda

Selamat! Anda sudah dapat menggunakan Akun Pembelajaran baru Anda

Senin, 14 Februari 2022

Cara Membuat Konten You Tube Ramai Pengunjung

 


Setiap  konten yang dibuat oleh  Konten Kreator Youtube pasti bertujuan untuk membuat pengunjung tertarik dan suka, selanjutnya membagikan konten tersebut kepada teman-temannya.Hal ini tentu bisa memudahkan Youtuber mendapatkan penghasilan melalui Youtube.  Tentu hal ini tidaklah mudah. Ada beberapa hal yang mungkin bisa digunakan sebagai referensi :

1. Buatlah Konten yang betul-betul kita kuasai.

Hal ini sangar penting untuk berkomunikasi dengan pengunjung apabila mereka memberi ulasan, kesan pesan, dan pertanyaan, atau bahkan permintaan untuk membuat konten yang berhubungan dengan konten yang kita buat. Memelihara komunikasi dengan pemirsa adalah wajib hukumnya, karena dengan ketertarikan, mereka adalah pelanggan setia konten-konten yang kita buat untuk waktu yang akan datang.

2.  Risert Kayword.

Maksudnya adalah gunakan kata kunci pencarian yang sering digunakan orang. Dengan menggunakan kata kunci secara tepat, maka bisa memperbesar peluang kontenmu berada di halaman utama hasil pencarian. Jika konten kita berada di halaman utama pencarian, tentu akan sering dikunjungi penonton. Selain digunakan pada judul, beberapa kata kunci ini bisa digunakan pada deskripsi video, tag, Kita bisa melakukan riset keyword menggunakan berbagai tools, misalnya Google Keyword Planner, atau pencarian You Tube. Melalui tools dari Google tersebut, kita  bisa mengetahui kata kunci yang banyak dicari orang. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan berbagai kata kunci lain yang populer. Sehingga bisa dijadikan inspirasi untuk membuat konten berikutnya

3. Gunakan Judul Yang Relevan.

 enggunaan judul yang relevan tentu bisa meningkatkan peringkat kontenmu di halaman pertama hasil pencarian Youtube. Saat membuat judul, sebaiknya hindari clickbait.

Clickbait hanya akan membuat pengunjung kecewa dan bisa memperburuk reputasi channel Youtube kamu. Saat membuat judul, terdapat tips yang bisa kamu terapkan diantaranya sebagai berikut.

Tips selanjutnya yaitu menambahkan angka pada judul video yang akan diunggah. Penambahan angka bisa berupa tahun, jumlah langkah, atau nomor lain yang berhubungan dengan isi video. Penambahan angka ini bisa membuat pengunjung penasaran sehingga akan membuka video di channel Youtube kita.

Agar bisa menarik pengunjung, sebaiknya gunakan judul maksimal 50 karakter. Penulisan judul yang terlalu panjang bisa membuat pengunjung enggan membuka video tersebut. Selain itu, penggunaan judul yang kurang dari 50 karakter juga bisa menaikkan peringkat di hasil pencarian Youtube.

4.  Deskripsi Video Yang Relevan.
 
Deskripsi video menjelaskan tentang isi video yang kita tampilkan. Berisi ringkasan, yang berhubungan dengan judul, juga tag video. Hal ini sangat mempengaruhi hasil pencarian google search, sehingga konten yang kita buat mudah ditemukan pengunjung.

Deskripsi menjadi bagian yang sering diabaikan oleh Youtuber. Bahkan tidak jarang Youtuber terkesan asal-asalan atau mengosongkan kolom deskripsi.Padahal penulisan deskripsi yang baik berperan penting untuk meningkatkan peringkat channel Youtube. Selain bisa meningkatkan peringkat, penulisan deskripsi juga bisa menjadi media tepat untuk mempromosikan video.

Membuat kalimat pembuka yang bisa membuat penonton tertarik dan penasaran. Pada kalimat pembuka, kita  bisa memberitahu tentang apa video kamu pada bagian ini.

Kita bisa menuliskan kalimat pembuka sebanyak 2-3 kalimat saja. Saat menulis kalimat pembuka, usahakan memasukkan target kata kunci yang kita gunakan untuk membuat konten. Hal ini bertujuan agar baris awal deskripsi bisa muncul pada halaman hasil pencarian

5. MasukkanLink Video Terdahulu

Memasukkan link video terdahulu ke dalam deskripsi. Hal ini bertujuan untuk mengajak penonton mengunjungi link tersebut. Dengan memasukkan link ke dalam deskripsi, kita juga lebih mudah mempromosikan konten yang lain. Saat melampirkan link, pastikan link tersebut masih aktif dan bisa dibuka oleh penonton.

6. Promosikan Channel Youtube

Seperti pendatang baru, You Tuber pemula sangat penting untuk memperkenalkan diri dengan mengenalkan Chanelnya ke media sosial lainnya, misalnyaa Facebook, group Whastapp, Instagram, dan  Twitter. Semakin sering kita perkenalkan maka semakin besar peluang konten kita akan ditonton. Tentu kata kunci utama yang tidak bisa diabaikan adalah "sajikan selalu konten yang menarik"

Demikian semoga bermanfaat

Minggu, 09 Januari 2022

Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah Permendikbud & Ristek No. 40 Tahun 2021

 


Pada tanggal 27 Desember 2021 Mendikbud & Ristek  mengeluarkan Peraturan Menteri tentang Penugasa Guru sebagai Kepala sekolah. Salah satu poin penting adalah Kepala Sekolah harus dari Guru Penggerak.

Kepala Sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin pembelajaran dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi taman kanak-kanak, taman kanak-kanak luar biasa, sekolah dasar, sekolah dasar luar biasa, sekolah menengah pertama, sekolah menengah pertama luar biasa, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, sekolah menengah atas luar biasa, atau Sekoiah Indonesia di Luar Negeri. 

Sedangkan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, serta menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.


Persyaratan Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah Pada Satuan Pendidikan Yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah Atau Masyarakat

  1. memiliki kualilikasi akademik paling rendah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi; 
  2. memiliki sertifikat pendidik; 
  3. memiliki Sertifikat Guru Penggerak; 
  4. memiliki pangkat paling rendah penata muda tingkat I, golongan ruang III/b bagi Guru yang berstatus sebagai PNS;
  5. memiliki jenjang jabatan paling rendah Guru ahli pertama bagi Guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja; 
  6. memiliki hasil penilaian kinerja Guru dengan sebutan paling rendah Baik selama 2 (dua) tahun terakhir untuk setiap unsur penilaian
  7. memiliki pengalaman manajerial paling singkat 2 (dua) tahun di satuan pendidikan, organisasi pendidikan, dan/ atau komunitas pendidikan;
  8. sehat jasmani, rohani, dan bebas narkotika, psikotropika, dar. zat adiktif iainnya berdasarkan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah;
  9. itidak pernah dikenai hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  10. tidak sedang menjadi tersangka, terdakwa, atau tidak pernah menjadi terpidana; dan
  11.  berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun pada saat diberi penugasan sebagai Kepala Sekolah
Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, huruf d, dan huruf e dikecualikan untuk Guru yang diberikan penugasan sebagai Kepala Sekolah pada satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat.

Dalam hal jumlah Guru yang memiliki sertilikat calon Kepala Sekolah atau Sertifikat Guru Penggerak di wilayahnya tidak mencukupi, Pemerintah Daerah dapat menugaskan Guru sebagai Kepala Sekolah dari Guru yang belum memiliki sertifikat calon Kepala Sekolah atau Sertifikat Guru Penggerak
Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah sebagaimana dimalsud pada dilakukan sampai dengan adanya Guru yang memiliki Sertifikat Guru Penggerak.
Persyaratan sebagaimana dimaksud dikecualikan untuk penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah 

Dalam hal Pemerintah Daerah tidak memiliki Guru yang memiliki sertifikat calon Kepala Sekolah dan Sertifikat Guru Penggerak, Pemerintah Daerah dapat melakukan koordinasi antar Pemerintah Daerah untuk memenuhi kebutuhan penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah sesuai kewenangannya.


Sabtu, 08 Januari 2022

Membuat Konten Yang Baik Untuk You Tuber

 

Profesi YouTuber sekarang menjadi salah satu profesi yang paling populer. Bagaimana tidak, jumlah YouTuber yang terkenal dengan jutaan pelanggan berhasil menerima pendapatan hingga ratusan juta rupiah per bulannya. Apakah Anda tertarik juga untuk menjadi YouTuber? Tentu bisa! 

Namun sebelum membuat konten ada baiknya kita mengenali tujuan kita membuat konten. Jika hanya untuk menonton, menyimpan video sebagai dokumentasi, tentu tidak perlu mempelajari lebih dalam tentang membiat konten agar menghadirkan banyak pemisra untuk menonton.

Membuat konten dengan tujuan menjadi partner You Tube dan mendapat penghasilan, memerlukan cara dan strategi tertentu. 

Untuk menjadi partnet You tube ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya adalah :

  1. Mematuhi semua kebijakan monetisasi channel YouTube.
  2. Kebijakan monetisasi channel YouTube merupakan kumpulan kebijakan yang memungkinkan kita melakukan monetisasi di YouTube. Sebagai partner YouTube, perjanjian kita yang mencakup kebijakan program partner YouTube mewajibkan kita mematuhi kebijakan monetisasi ini supaya berpotensi menghasilkan uang di YouTube.
  3. Tinggal di negara/wilayah tempat Program Partner YouTube tersedia.
  4. Tidak ada Teguran Pedoman Komunitas yang aktif di channel kita.
  5. Memiliki lebih dari 4.000 jam waktu tonton publik yang valid dalam 12 bulan terakhir.
  6. Memiliki lebih dari 1.000 subscriber.
  7. Memiliki akun AdSense yang ditautkan.
Target utama yang ingin dicapai oleh You Tuber pemula adalah dengan memenuhi 1.000 (seribu) subcriber dan minimal 4.000 (empat ribu) jam tayang. Syarat ini tentu tidak dengan mudah kita dapatkan. Perjalanan mencapai 1.000 subcriber degan 4.000 jam tayang memerlukan perjuangan yang panjang.



Beberapa cara yang dilakukan diantaranya adalah :
  1. Saling subcribe
  2. Membeli subscribe dan jam tayang
  3. Menggunakan aplikasi sub for sub, dan mungkin ada cara-cara yang lain.
1. Saling Subscribe
Saling subscribe bisa saja dilakukan, hal yang perlu diingat adalah subscribe dengan durasi tonton yang singkat dan saling subcribe antara dua chanel dengan waktu yang singkat atau hampir bersamaan akan terdeteksi oleh sistem sehingga subscribe kita akan hilang begitu saja. Maka jangan heran apabila pada saat tertentu jumlah subscribe kita malah berkurang. Hal kedua adalah karena tujuan kita hanya untuk subscribe maka sesudah itu konten kita akan ditinggalkan karena tujuannya bukan mendapatkan sesuatu dari konten yang kita bua.

2. Membeli subscribe dan Jam Tayang.
YouTube tidak mengizinkan penggunaan metode yang dapat memanipulasi jumlah penayangan, suka, komentar, atau metrik lainnya, entah itu dengan menggunakan sistem otomatis atau dengan menyuguhkan video kepada penonton awam. Selain itu, konten yang semata-mata ada sebagai bentuk imbalan bagi penonton demi interaksi (penayangan, suka, komentar, dsb.) juga dilarang.
Konten dan channel yang tidak mematuhi kebijakan ini dapat dihentikan atau dihapus dari YouTube.

3. Menggunakan aplikasi sub4sub
Cara kerja aplikasi ini adalah kita 'dipaksa'  untuk menonton dan subscribe video dengan durasi tertertu selanjutnta mendapatkan point yang nantinya ditukar sengan jumlah subscribe. 
Ingat, kita atau mereka yang sudah menonton subscribe juga karena terpaksa, bukan hal yang tidak mungkin sesudah itu mereka unsubscribe chanel kita.

Beberapa hal yang mungkin bisa dipertimbangkan dalam membuat konten adalah : 

a. Kenali Audiens Anda

Sebelum  membuat konten YouTube, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu target audiens. Pastikan segmen pemirsa yang cocok untuk konten.  Jika Anda sendiri pernah meng-upload video YouTube di channel Anda, maka Anda bisa melihat analytics dari YouTube tentang data audiens yang menonton video Anda, mulai dari gender, umur, hingga negara asal. 

Hal yang tidak kalah penting adalah tentang konten video seperti apa yang ingin dibuat. Jika memang Anda baru ingin bekerja sebagai YouTuber, tetapkan terlebih dahulu terlebih dahulu tema channel Anda. Apakah ingin membuat konten tentang pendidikan, tutorial, perjalanan dan wisata, atautentang olahraga.  Apapun itu, analisis lagi target audiens dari setiap tema yang ingin diangkat. 

2. Konsep Video Harus Menarik dan Bermanfaat

Setelah mengetahui tema saluran YouTube yang ingin dibuat, sekarang waktunya membuat konten YouTube yang berkualitas! Mari mulai melakukan riset tren video. Nah, trend video ini harus berhubungan dengan tema channel Anda, ya. Misalnya, lihat trend seputar pendidikan, atau olahraga. 

Setelahnya, Anda perlu membuat storyboard agar saat syuting video nanti, agar semuanya berjalan lancar. Pastikan bahwa alurnya sudah pas, mulai dari pendahuluan , pembahasan, dan juga penutup. Satu hal lagi, buatlah video yang bermanfaat dan membantu pemirsa agar mereka tertarik untuk membagikan video tersebut. Misalnya, video berisi tips, motivasi dari pakar ahli, ulasan produk, dan tutorial

3. Pakai Judul dan Thumbnail yang Buat Orang Penasaran

Anda pasti pernah dengar istilah clickbait. Nah, clickbait ini sebenarnya perlu banget, tapi harus digunakan dengan hati-hati. Jangan sampai judulnya tidak sesuai dengan isi video, nanti penonton malah akan kecewa dan tidak suka video Anda. 

Pertama-tama, cari keywords yang sedang trending untuk nanti disisipkan di bagian judul dan deskripsi video. Gunakan Google Keyword Planner dan Google Trends untuk membantu Anda. Lalu, pastikan juga judul video tidak terlalu panjang. Anda bebas menggunakan caps lock bila ingin judul yang berkesan lebih meriah.

4. Masukkan Link Video Terdahulu ke Dalam Video Baru

Cara ini hanya berlaku bagi Anda yang pernah membuat konten YouTube. Meskipun saja ini cara mempromosikan video-video sebelumnya yang sudah di- upload . Anda bisa memasukkan link video terdahulu di bagian kanan atas video saat video tengah berjalan, dengan mengedit video ketika akan di- upload di YouTube. Masukkan link ketika video sedang membahas konten atau topik yang berhubungan dengan video sebelumnya. Anda juga bisa memasukkan link video ke bagian deskripsi video. Dengan begini, kemungkinan pelanggan bertambah akan semakin besar!

Demikian sedikit berbagi tentang pembuatan konten, semoga bisa membantu, dan apabila ada pertanyaan, silakan tu;is dikolom komentar udah-mudahan kita bisa saling berbagi.