Minggu, 20 Maret 2022

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan DORA

 


Berbagai model pembelajaran digunakan dalam penyampaian materi pembelajaran disekolah. Pola pengajaran guru berkaitan erat dengan pilihan metode, jika bahan pelajaran disajikan secara menarik besar kemungkinan motivasi belajar siswa akan meningkat. 

Belajar sambil melakukan (Learning by doing ) merupakan siklus awal dalam pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Model penerapan dirancang untuk memungkinkan peserta didik agar belajar benar-benar melakukan. 

Belajar sambil melakukan pada hakekatnya bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut : 

a. Menumbuhkan motivasi belajar 

Peserta didik akan lebih termotivasi jika dalam belajar mereka melakukan secara langsung untuk menyelesaikan tugas praktiknya sampai bisa karena tertantang oleh target penyelesaian. Meskipun berangkat dari sebuah kesalahan saat praktik, mereka akan terus termotivasi untuk melakukan hal yang dianggap benar.

 b. Memantik peserta didik untuk beraktifitas

Belajar sambil melakukan tentu dapat memantik peserta didik untuk beraktifitas melalui berbagai kegiatan buatan maupun alami.

 c. Menghargai perbedaan individual. 

Belajar sambil melakukan sangat bermanfaat untuk menghargai perbedaan individual yang tampak saat peserta didik melangsungkan aktivitas praktik. Jika peserta didik berdiam diri saja, guru akan sulit mengetahui perbedaan individual.

 d. Mengajar dengan umpan balik. 

Guru akan dapat segera melakukan umpan balik terhadap tindakan peserta didik karena langsung mengenali. Umpan balik dapat dilakukan dalam hal perilaku dan daya serap peserta didik. 

e. Memudahkan penyerapan konsep.

 Saat peserta didik praktik langsung, kesalahan demi kesalahan akan muncul dengan sendirinya dan tanpa disadari. Saat itulah, guru dapat menyampaikan konsep yang benar. guru dapat mengamati dengan seksama tindakan peserta didik. Hasil amatan itu digunakan sebagai bekal untuk perbaikan.

Belajar sambil melakukan harus melibatkan hubungan antara perbuatan dan pemikiran. Kolb (2006:35) memberikan siklus yang melibatkan empat tahap yang berurutan secara sederhana dapat dikembangkan menjadi D-O-R-A (Do, Observation, Reflective, Application) dalam setiap melakukan kegiatan belajar sambil melakukan yang membentuk siklus belajar yang harus diikuti secara berurutan tanpa terputus agar mendapatkan hasil yang maksimal. 

Pola DORA yang dimaksud adalah : 

(a) DO (Lakukan); 

 Pertama guru memberikan pengantar berupa petunjuk untuk melakukan kegiatan bagi peserta didik. Selanjutnya peserta didik melakukan kegiatan sesuai dengan isi pengantar berupa praktik, eksplorasi, simulasi, ujicoba dan penerapan sesuatu. Saat peserta didik melakukan kegiatan, guru memberikan kesempatan luas kepada peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya tanpa campur tangan guru. Hal kerja peserta didik merupaka fakta awal batas kemampuan yang ditunjukkan untuk mendapatkan penyempurnaan.

 (b) Observation (Observasi); 

Tahap kedua, guru mengamati secara mendalam baik tingkah laku maupun isi materi yang ditunjukkan peserta didik saat menjalankan Do. Sebaiknya guru menggunakan instrumen saat melakukan observasi, guru mencatat informasi yang dipandang perlu sebagai bahan untuk tahap selanjutnya.

 (c) Reflevtive (Refleksi); 

Pada tahap tiga ini, guru memberikan evaluasi atas kompetensi yang ditunjukan siswa. Guru menunjukkan hasil kinerja siswa yang baik dan yang perlu diperbaiki. Kemudian guru menyajikan materi yang tepat sesuai dengan kompetensi dasar melalui power point, flip cart, kartu materi atau yang lain sesuai dengan materi pelajaran. 

(d) Aplication (Penerapan); 

Pada tahap keempat peserta didik mencoba ulang, mempraktikkan, menyimulasikan, atau menerapkan sesuai dengan hasil refeksi pada tahap ketiga. Penerapan dilakukan agar menunjukkan hasil yang lebih sempurna dibandingkan hasil diurutan pertama (DO). Tahap Do, Observation, Reflevtive, Aplication ini juga merupakan DO yang kedua untuk diobservasi, direfleksi, dan diaplikasikan untuk tahap berikutnya.


Daftar Pustaka : 

Kemendikbud. 2010. Pendidikan Kepramukaan di Sekolah Dasar. Jakarta

Mulyono, Luwes Traviari Agusta, dkk. 2021. Kursus Pembina Pelatih Pramuka. Semarang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar