Rabu, 20 Juli 2016

MODA PEMBELAJARAN DALAM GURU PEMBELAJAR



Sedeikit mengenal tentang program Guru Pembelajar untuk kali ini kiami sampaikan moda pembelajaran.
Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dilakukan melalui tiga moda, yaitu Moda Tatap Muka, Moda Daring, dan Moda Daring Kombinasi.

1.        Moda Tatap Muka

Moda tatap muka merupakan bagian dari sistem pembelajaran di mana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta pembelajaran. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, kuis, praktik, dan penugasan.
Moda tatap muka diperuntukkan bagi guru yang memerlukan peningkatan kompetensi yang lebih intensif dengan mempelajari 8-10 modul. Di samping itu, untuk memberikan pilihan penyelenggaraan pembelajaran bagi guru yang tidak punya cukup pilihan karena berbagai keterbatasan sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti pembelajaran moda lainnya, misalnya karena alasan geografis, tidak/kurang tersedianya aliran listrik dan jaringan internet, ketersediaan anggaran, literasi teknologi informasi dan komunikasi, serta alasan lain yang rasional, maka moda tatap muka dapat dilaksanakan dengan beberapa alternatif, yaitu: tatap muka penuh, tatap muka tidak penuh (in-on-in), dan tatap muka dalam kegiatan kolektif guru yaitu PKG (Pusat Kegiatan Gugus) untuk guru PAUD, KKG (Kelompok Kerja Guru) untuk guru SD, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk guru SMP/SMA/SMK, dan MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). Pemilihan berbagai alternatif moda tatap muka tetap harus mempertimbangkan hasil UKG yang tercermin dari jumlah modul yang perlu dipelajari oleh guru. Penjelasan lebih lanjut pelaksanaan program guru pembelajar moda tatap muka dijelaskan dalam juknis moda tatap muka.

2.        Moda Daring

Moda Dalam Jaringan (Daring) adalah program guru pembelajar yang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi jaringan komputer dan internet. Moda Daring dapat dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang secara mandiri memberikan instruksi dan layanan pembelajaran kepada peserta tanpa melibatkan secara langsung para pengampu dalam proses penyelenggaraannya.  Sistem instruksional yang dimaksud meliputi proses registrasi, pelaksanaan pembelajaran, tes akhir, dan penentuan kelulusan peserta serta penerbitan sertifikat. Dalam hal tertentu, keterlibatan pengampu masih diperlukan, misalnya dalam memeriksa dan menilai tugas-tugas yang belum bisa dilaksanakan oleh sistem, atau untuk membantu peserta apabila mengalami kesulitan yang belum mampu diatasi oleh sistem. Moda Daring diperuntukkan bagi guru  yang memerlukan peningkatan kompetensi dengan mempelajari 3-5 modul.

3.        Moda Daring Kombinasi

Moda daring kombinasi adalah moda yang mengkombinasikan antara tatap muka dengan daring. Fasilitator di satu sisi dapat direpresentasikan oleh sistem pembelajaran yang terdiri dari firmware, brainware, dan software; dan peserta di sisi lain melaksanakan instruksi yang diberikan oleh sistem, mulai registrasi, pelaksanaan pembelajaran, sampai dengan evaluasi.
Moda Daring Kombinasi dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang membutuhkan keterlibatan secara langsung para pengampu dalam proses pembelajaran. Keterlibatan para mentor dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara: (1) bertemu muka secara langsung dengan peserta; atau (2) bertemu muka secara virtual, baik melalui video, audio, maupun teks. Moda Daring Kombinasi diperuntukkan bagi guru  yang memerlukan peingkatan kompetensi dengan mempelajari 6-7 modul. Penjelasan lebih lanjut pelaksanaan program guru pembelajar moda daring dan daring daring kombinasi dijelaskan dalam juknis moda daring.

Apabila disebabkan adanya berbagai kendala, sehingga 3 moda tersebut tidak mungkin dilakukan, guru tetap harus meningkatkan kompetensinya dengan melakukan pembelajaran mandiri.

Demikian moda dalam Guru Pembelajar, jika ada tambahan dari pembaca silakan tambahkan komentar dibawah.

sumber : Buku Pedoman GP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen GTK 2016

Selasa, 19 Juli 2016

ISTILAH DALAM GURU PEMBELAJAR



Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik sehingga menjadi determinan peningkatan kualitas pensisikan di sekolah. Pentingnya peranan guru dalam pendidikan diamanatkan dalam Undang-undang Republik Indonesia nomorn14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen yang mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik.

Untuk merealisasikan amanat undang-undang sebagaimana dimaksud, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat.  Dalam melaksanakan program tersebut, pemetean kompetensi telah dilakukan melalui Uji Kempetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia, sehingga dapat diketahui kondisi objek guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensi.

Hasil UKG pada tahun 2015 menunjukkan nilai rata-rata nasional yang dicapai adalah 56,69, meningkat dibandingkan nilai rata-rata nasional dari tahun-tahun sebelumnya yaitu 47, dan sudah melamaui target capaian nilai rata-rata nasional tahun 2015 yang ditetapkan dalam renstra kemdikbud yaitu sebesar 55. Walaupun demikian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Dirjen GTK berusaha lebihkeras agar dapat mengejar target yang ditetapkan tahun 2016 yaitu 65. Untukitu Dirjen GTK mengembangkan program berdasarkan hasil UKG 2015 yang disebut dengan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar.

Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam program ini dan wajib kita ketahui beberapa diantaranya adalah :
1.    Tim Pengembang adalah penulis modul, soal, serta perangkat pelatihan lainnya dan dapat berperan sebagai Narasumber Nasional, Instruktur Nasional dan atau Pengampu, sesuai kebutuhan.
2.    Narasumber Nasional/Pengampu adalah Widyaiswara, Pengembang Teknologi Pendidikan (PTP), dan/atau Guru yang memenuhi kriteria dan lulus dalam pelatihan narasumber nasional/pengampu dan dapat berperan sebagai Instruktur Nasional/Mentor sesuai kebutuhan.
3.    Instruktur Nasional/Mentor adalah Guru yang memenuhi kriteria sebagai IN/mentor dan lulus dalam pelatihan Instruktur Nasional/Mentor.
4.     Guru Pembelajar adalah adalah guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar

5.      Moda Daring adalah pembelajaran yang dilakukan oleh peserta melalui jaringan internet. Dalam hal ini peserta guru pembelajar didampingi oleh mentor.
6.      Moda Tatap Muka  adalah pembelajaran yang dilakukan dengan bertemunya peserta guru pembelajar dengan Instruktur Nasional

7. Moda Daring Kombinasi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan tatap muka dan daring.

ISTILAH DALAM GURU PEMBELAJAR



Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik sehingga menjadi determinan peningkatan kualitas pensisikan di sekolah. Pentingnya peranan guru dalam pendidikan diamanatkan dalam Undang-undang Republik Indonesia nomorn14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen yang mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik.

Untuk merealisasikan amanat undang-undang sebagaimana dimaksud, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat.  Dalam melaksanakan program tersebut, pemetean kompetensi telah dilakukan melalui Uji Kempetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia, sehingga dapat diketahui kondisi objek guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensi.

Hasil UKG pada tahun 2015 menunjukkan nilai rata-rata nasional yang dicapai adalah 56,69, meningkat dibandingkan nilai rata-rata nasional dari tahun-tahun sebelumnya yaitu 47, dan sudah melamaui target capaian nilai rata-rata nasional tahun 2015 yang ditetapkan dalam renstra kemdikbud yaitu sebesar 55. Walaupun demikian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Dirjen GTK berusaha lebihkeras agar dapat mengejar target yang ditetapkan tahun 2016 yaitu 65. Untukitu Dirjen GTK mengembangkan program berdasarkan hasil UKG 2015 yang disebut dengan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar.

Beberapa istilah yang sering dijumpai dalam program ini dan wajib kita ketahui beberapa diantaranya adalah :
1.    Tim Pengembang adalah penulis modul, soal, serta perangkat pelatihan lainnya dan dapat berperan sebagai Narasumber Nasional, Instruktur Nasional dan atau Pengampu, sesuai kebutuhan.
2.    Narasumber Nasional/Pengampu adalah Widyaiswara, Pengembang Teknologi Pendidikan (PTP), dan/atau Guru yang memenuhi kriteria dan lulus dalam pelatihan narasumber nasional/pengampu dan dapat berperan sebagai Instruktur Nasional/Mentor sesuai kebutuhan.
3.    Instruktur Nasional/Mentor adalah Guru yang memenuhi kriteria sebagai IN/mentor dan lulus dalam pelatihan Instruktur Nasional/Mentor.
4.     Guru Pembelajar adalah adalah guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar

5.      Moda Daring adalah pembelajaran yang dilakukan oleh peserta melalui jaringan internet. Dalam hal ini peserta guru pembelajar didampingi oleh mentor.
6.      Moda Tatap Muka  adalah pembelajaran yang dilakukan dengan bertemunya peserta guru pembelajar dengan Instruktur Nasional

7. Moda Daring Kombinasi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan tatap muka dan daring.

Sabtu, 28 November 2015

Pesta Siaga 2015 Kwarran Sale

Upacara Pembukaan
Hari ini Sabtu 28 November 2015, gerakan pramuka Kwartir Ranting Sale mengadakan kegiatan pesta siaga. Hajatan dua tahunan yang mengusung tema 'Pramuka Garda Terdepan Pelaku  Perubahan Dalam Pembentukan Karakter Kaum Muda' kali ini diikuti oleh Gugus Depan di lingkungan kwartir Ranting Sale.




Senam Tongkat

Kegiatan berpusat di Lapangan Desa Sale dengan mengambil taman kegiatan di lingkungan Dusun Sidorejo Desa Sale. bertujuan untuk menumbuhkan semangat kepramukaan pada diri masing-masing peserta, dan semakin mendekatkan keterkaitan kegiatan kepanduan dan kegiatan kemasyarakatan, yang berarti pula pramuka bukan hanya milik generasi muda saja melainkan juga milik masyarakat.


Taman Geguritan

Pesta untuk anak-anak siaga ini ditanda dengan pemukulan gong kegiatan oleh Bunda Kamabiran Sale yang sebelumnya telah didahului dengan senam tongkat yang di lakukan oleh adik-adik penggalang dari pangkalan Gugus Depan terdekat diantaranya Gudep SD Negeri 1 Wonokerto, SD Negeri 2 Wonokert0, SD Negeri 1 Sale, dan pangkalan Gudep SD Negeri 2 Sale.
Taman Keimanan

Cuaca cerah  mendukung kegiatan siaga ini. Pesertapun tak terasa walau terik matahari kian menyengat di siang hari. Namun keadaan ini tidak berlangsung lama karena menjelang istirahat siang loksi kegiatan diguyur hujan.
Taman Kereta Bola setelah diguyur hujan

Keseluruhan kegiatan  yang berada di lingkungan perumahan warga ini sejumlah 16 taman yang mengambil tempat di halaman warga dan beberapa tempat ibadah. 
Barung Tergiat

Sebagai hasil akhir Barung tergiat Putra adalah Barung Hijau dari Pangkalan Gudep SDN 1 Wonokerto, diikuti Barung Kuning dari SDN 2 Mrayun, serta Barung Merah dari SDN 2 Tahunan. Sedangkan Putri sebagai tergiat adalah Barung Merah dari SDN 2 Wonokerto,  SDN 1 Bancang, dan Barung Hijau dari SDN 1 Wonokerto.

Usai kegiatan pesta siaga, Kwartir Ranting Sale mengadakan pelantikan  pembina yang telah mengikuti Kursus Mahir Lanjutan. Pelantikan olek Kak Wartono dari Kwacab Rembang ini diikuti oleh 148 peserta yang lulus dalam KML yang di adakan di Kwarran Sale beberapa waaktu yang lalu.

Ucapan selamat untuk peserta pelantikan KML oleh Kak Wartono dari Kwarcab Rembang

Dalam sambutannya Kak Wartono mengatakan bahwa selama beliau menjabat sebagai Sekretaris Kwacab baru di Kwartir Ranting Sale yang mengadakan KML sekaligus Pelantikan dengan peserta terbanyak.
Berpse bersama Kak Wartono, Ka-Kwarran Salle

Mengakiri sambutannya beliau berharap agar kegiatan kepramukaan di Sale semakin maju, dan senakin tinggi semangat mendarmabaktikan diri kepada paerta didik, masyarakat serta semakin mencintai tanah air.