expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 10 Juli 2010

Sekolah Inklusi - Sebuah Konsep


Pendidikan.

Sebuah kata yang tak asing bagi kita. Sebuah kata yang singkat tetapi mengandung makna yang sangat luas. Yah.. luas tergantung kita memaknai. Bagi kita yang bergelut di dunia yang satu ini mungkin sudah 'nglothok, oposih pendidikan kuwi..' Akan tetapi sudahkan kita sadari ,' sudahkan semua anak disekitar kita memperoleh pendidikan?

Pernahkan kita mengajak anak yang ' berkekurangan' untuk bersekolah?

Atau kita berfikiran," Anak-anak itu hanya akan memberi beban kita saja, sudahlah tak usah diterima biar di SLB saja."


Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (1) dan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan. Hal ini menunjukkan pendidikan berlaku untuk semua yang berarti bahwa anak cacat (baca : ABK -- Anak Berkebutuhan Khusus ) dan anak normal mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan


Selain daripada itu dijelaskan lagi dengan Program Wajib Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang disemangati oleh seruan International Education for All dari UNESCO dan kesepakatan Global hasil World Education Forum di Dakkar Sinegal tahun 2000 serta deklarasi nasional Indonesia menuju Pendidikan Inklusif, 8 - 14 Agustus 2004 di Bandung Indonesia.


Sekolah Inklusi


Sekolah Inklusi adalah sekolah yang mendukung pengembangan sekolah ramah anak, demokrasi, transparansi, dan bertoleransi terhadap masyarakat, yang merangkul perbedaan, kualitas dan kebebasan dalam berekspresi untuk setiap anak, remaja dan dewasa tanpa melihat gender, kelebihan, kekurangan, etnis budaya, agama, serta latar belakang sosial budaya.


Pemerintah melalui SK Mendiknas No. 002/U/1986, telah merintis pengembangan sekolah reguler yang melayani penuntasan wajib belajar bagi anak yang berkebutuhan Khusus.

Pendidikan Inklusif sebagai sebagai wadah yang ideal diharapkan dapat mengakomodasikan pendidikan bagi semua terutama anak-anak yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus yang selama ini masih terpinggirkan.


Pendidikan Inklusif mempunyai karakteristik makna yaitu :



  1. Pendidikan Inklusif adalan proses yang berjalan terus dalam usahanya menemukan cara-cara merespon keragaman individu anak.


  2. Pendidikan Inklusif berati mempedulikan cara-cara untuk meruntuhkan hambatan-hambatan anak dalam belajar


  3. Pendidikan Inklusif membawa makna bahwa anak kecil disekolah berpartisipasi dan mendapatkan hasil belajar yang bermakna dalam hidupnya,


  4. Pendidikan inklusi diperuntukkan utamanya bagi anak-anak yang tergolong marginal, eksklusif, dan membutuhkan layanan pendidikan klhusus dalam belajar.

Dari diskripsi diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa setiap sekolah berkewajiban menampung anak dari berbagai macam kemampuan dan latar belakang.


Siapkah kita?


Jika kita melihat realita yang ada dilapangan sebagaimana kita ketahui sebagai berikut :




  1. Tenaga Pendidik

Guru Sekolah Dasar selama ini disiapkan untuk mengajar anak-anak yang normal, yang tidak mempunyai kelainan/penyimpangan yang signifikan baik fisik, intelektual, sosial, emosional, dan/atau sensoris yang relatif homogen. Mampukan kita menangani Anak Berkebutuhan Khusus sementara disiplin ilmu yang kita punya tidak dipersiapkan untuk itu?


2. Sarana dan Prasarana


ABK mempunya alat bantu yang khusus pula, prinsip aksesibilitas wajib kita laksanakan. Semakin banyak ABK semakin banyak pula sarana dan prasarana yang kita perlukan. Siapkah kita?


3. Kurikulum - Perangkat Pembelajaran.


Sekolah yang Inklusif adalah sekol;ah yang berprinsif setiap anak mempunyai kemampuan yang tidak sama. ABK tidak bisa disamakan dengan anak lainnya. Slow learner bagaimanapun strategi yang kita terapkan tak akan bisa membawa anak sama dengan anak normal dalam kemampuan akademik. Perlu KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang khusus pula. Adakah kesiapan ini pada kita? Bila kita mampu membuat, bagaimana dengan UAN? Adakan UAN khusus untuk ABK?


Adalah hal yang wajar jika sesuatu yang baru akan membuat kita ragu, namun jangan takut Pemerintah kita sudah merintis sekolah ini, juga di Rembang. Dibeberapa kecamatan sudah ada Rintisan sekolah ini, barangkali sekolah anda termasuk didalamnya. Berbagai pelatihan sudah dilaksanakan. Semoga berhasil demi pendidikan untuk semua.


Sekilas mengenai Sekolah Inklusi - sekedar gambaran tidak bermaksud menggurui atau 'membodohi' sebatas yang saya ketahui, semoga dalam tulisan mendatang dapat kita ulas lagi yang lebih jauh, semoga bermanfaat bagi saya dan anda - utamanya yang berkecimpung di dunia pendidikan.


Sebagai penutup mohon kritik dan saran, atau masukan untuk perbaikan..

Matur suwun................

2 komentar :

  1. Posting terus, jadi klo cari artkel..nggah susah2 kmn2

    BalasHapus
  2. ya.. enaknya di kasih tema apa trus coba kita cari referensinya kan saling melengkapi...

    BalasHapus