Selasa, 31 Desember 2019

FORMAT PENILAIAN K-13 PJOK



Penilaian adalah kegiatan yang dilakukan guru berkaitan dengan indikator pencapaian kompetensi setelah mengikuti  proses pembelajaran. Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung , dikumpulkan  melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dinilai. Dari proses ini diperoleh gambaran kemampuan peserta didik dalam mencapai  sejumlah kompetensi  dasar yang dirumuskan dalam kurikulum. Data tersebut diperlukan sebagai informasi yang digunakan dasar pengambilan keputusan.

Penilaian proses da hasil belajar Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan sesuai dengan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 ada berbagai macam. 

Memaknai berbagai tehnik yang tertuang dalam kebijakan tersebut guru dapat emilih beberapa cara yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kompetensi yang akan dinilai, serta pertimbangan ainnya.
a.      Penilaiann Sikap
b.     Unjuk kerja
c.      Penilaian Pengetahuan

 Sebagai contoh Materi adalah : Tema Diriku, Sub Tema 1. Aku dan Teman Baru, pada pembelajaran 2.
  
     A.     Penilaain Sikap

1.      Bentuk Instrumen Penilaian

No.
Nama
Percaya Diri
Disiplin
Bekerja sama
BS
B
C
PB
BS
B
C
PB
BS
B
C
PB
1.
Agus












2.
Budi












3.
Cintya












4.
Dita












Keterangan :    BS        = Baik Sekali
                        B           = Baik
                        C           = Cukup
                        PB         = Perlu Bimbingan

1. Instrumen Penilaian :

No.
Kriteria
Baik Sekali
(4)
Baik
(3)
Cukup
(2
Perlu Bimbingan
(1)
1
Percaya Diri

Siswa mampu menyebutkan nama panjang dan nama pendek
Siswa mampu menyebutkan nama panjang
Siswa hanya mampu menyebutkan nama pangilan
Siswa malu—malu memperkenalkan diri
2
Disiplin

Siswa mampu melakukan permainan sesuai dengan instruksi tanpa pengrahan ulang
Siswa mampu melakukan permainan sesuai aturan tetapi dengan satu kali arahan ulang
Siswa mampu melakukan perrmainan sesuai aturan tetapi dengan lebih dari satu kali arahan ulang
Siswa belum tertib melakukan permainan sesuai dengan aturan
3
Kerjasama
Siswa mampu bekerjasama dengan semua anggota kelompoknya
Siswa  mampu bekerjasama dengan sebagian anggota kelompoknya
Siswa  mampu bekerjasama dengan satu  anggota kelompoknya
Siswa tidak mau bekerja sama dengan  kelompoknya


2. Lembar Penilaian

No.
Nama
Percaya Diri
Disiplin
Bekerjasama
Jml

NA

BS
B
C
PB
BS
B
C
PB
BS
B
C
PB


1
Agus
4





2


3


9
75
2
Budi

3


4





2

9
75
3
Cinty

3




2



2

7
58
4
Dita
4



4



4



12
100
Dst
















Cara Penilaian :

(Jumlah skor perolehan x4) : Jumlah skor maksimal
          

                   Contoh :
                        Nilai Agus = 9 x4 = 2,68
                                              12
                        Jadi predikat Agus (2,68) = B-


Untuk rentang nilai 0 – 100, maka :
Jumlah skor perolehan   X 100
           Jumah  Skor maksimal



        B.     Penilaain Pengetahuan

1.     Instrumen Penilaian

Jawablah soal-soal di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

a.      Siapa nama teman yang pertama kali menerima saputangan?
b.     Siapa nama teman yang memberikan saputangan kepadamu?


2.     Kunci Jawaban
a.      Kebijaksanaan guru sesuai kondisi kelas masing—masing.

3.     Pedoman Penilaian
a.      Setiap soal skor 5
b.     Jumlah soal 2 x skor  5 = 10
c.      Jumlah skor perolehan  x 100
Jumlah skor maksimal
d.     Contoh :
Sudadi hanya bisa menjawab 1 soal.
Nilai akhir = 5 x 100 =  50
                         10
e.      Konversi Nilai =  50 x 4 = 2
 100
f.      Predikat nilai 2 adalah C


C.     Penilaian Ketrampilan

1.     Rubrik Penilaian unjuk kerja permainan saputangan berpindah

No.
Kriteria
Baik Sekali
(4)
Baik
(3)
Cukup
(2)
Perlu Bimbingan
(1)
1
Kemampuan memperkenalkan diri
Siswa mampu menyebutkan nama panjang dan nama pendek
Siswa mampu menyebutkan nama panjang
Siswa hanya mampu menyebutkan nama pangilan
Siswa belum mampu memperkenalkan diri
2
Kemampuan menjalankan peraturan pada permainan
Siswa mampu melakukan permainan sesuai dengan instruksi tanpa pengarahan ulang
Siswa mampu meakukan permainan sesuai aturan tetapi dengan satu kali arahan ulang
Siswa mampu melakukan perrmainan sesuai aturan tetapi dengan lebih dari satu kali arahan ulang
Siswa belum mampu melakukan permainan sesuai dengan aturan
3
Kemampuan melakukan gerakan melempar dan menangkap
Siswa mampu melempar dan menangkap bola dengan akurat
Siiswa melempar dan menangkap bola tetapi satu sampai dua kali meleset
Siswa melempar dan menangkap bola tetapi lebih dari 3 kali meleset
Siswa belum mampu melempar dan menangkap bola


2.     Lembar Penilaian

No.
Nama
Percaya Diri Kemampuan memperkenalkan diri
Kemampuan menjalankan peraturan pada permainan
Kemampuan melakuka gerakan memindahkan saputangan
JML
Skor

BS
B
C
PB
BS
B
C
PB
BS
B
C
PB


1
Agus


2


3



3


8

2
Budi














3
Cinty














4
Dita














Dst.
















1.     Intrumen Soal

a.      Berikan saputangan  kepada salah satu temanmu!
b.     Sebutkan namamu bila kamu mendapat saputangan dari temanmu!
c.      Sebutkan namamu setelah kamu memberikan saputangan!
d.     Lakukan lempar tangkap saputangan   bersama kelompokmu!    
2.     Pedoman Penilaian
Nilai Akhir  :

(Jumlah skor perolehan x 4): Jml skor maksimal
       

                   Contoh :
                        Nilai Agus = 8 x4 = 2,66
                                              12
                        Jadi predikat Agus (2,66) = B-

Untuk rentang nilai 0 – 100, maka :

(Jumlah skor perolehan  x 100) : jumlah skor maksimal


v Skor
KONVERSI NILAI PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, DAN SIKAP

Predukat
Nilai Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap
A
4
4
SB
A-
3,66
3,66
B+
3,33
3,33
B
B
3
3
B-
2,66
2,66
C+
2,33
2,33
C
C
2
2
C-
1,66
1,66
D+
1,33
1,33
K
D
1
1


Artikel Penting Lainnya :



Kriteria disusun dan dibuat oleh guru disesuaikan dengan materi, kondisi peserta didik dan pertimbangan lainnya. Sehingga hasil yang dicapai adalah gambaran dari kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.

Kritik, saran, dan masukan silakan tulis dikooo  komentar yang tersedia dibawah.



Minggu, 29 Desember 2019

CARA PENGHITUNGAN PAJAK BOS

Pajak BOS

JENIS BARANG/KEGIATAN YANG DIKENAKAN PAJAK

1.     Pembelian ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain pada kegiatan penerimaan peserta didik baru; kesiswaan; ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar peserta didik; pembelian bahan-bahan habis pakai, seperti buku tulis, kapur tulis, pensil dan bahan praktikum; pengembangan profesi guru; pembelian bahan-bahan untuk perawatan/perbaikan ringan gedung sekolah

a.      Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Satuan Pendidikan Negeri .

Pasal 22
PPn
Pasal 21
Pasal 23
Tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 1,5%
Memungut dan menyetor PPN sebesar 10% untuk nilai pembelian lebih dari Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah. Namun untuk nilai pembelian ditambah PPN-nya jumlahnya tidak melebihi Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan bukan merupakan pembayaran yang dipecah-pecah, PPN yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum. Pemungut PPN dalam hal ini bendaharawan pemerintah tidak perlu memungut PPN atas pembelian barang dan atau jasa yang dilakukan oleh bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP)



b.      Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada satuan pendidikan bukan negeri adalah tidak termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 dan atau PPN. Dengan demikian kewajiban perpajakan bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada satuan pendidikan bukan negeri yang terkait atas penggunaan dana BOS untuk belanja barang sebagaimana tersebut diatas adalah

Pasal 22
PPn
Pasal 21
Pasal 23
Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22, karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22.
Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak).


           2.     Pembelian/penggandaan buku teks pelajarandan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak

2.1.          Pembelian buku-bukupelajaran umum, kitab suci dan buku-buku pelajaran agama

a.      Bagi Bendahara pada Sekolah Negeri

Pasal 22
PPn
Pasal 21
Pasal 23
Tidak perlu memungut PPh pasal 22 sebesar 1,5%
PPN terutang dibebaskan



b.     Bagi bendahara sekolah bukan Negeri
Pasal 22
PPn
Pasal 21
Pasal 23
Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh pasal 22, karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk .
PPN terutang dibebaskan



2.2.  buku-buku yang bukan buku pelajaran umum, kitab suci dan buku-buku pelajaran agama ( bila nilai pembelian lebih dari Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah)

a.      Bagi Bendahara pada Sekolah Negeri

Pasal 22
PPn
Pasal 21
Pasal 23
Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh pasal 22 sebesar 1,5%
Memungut dan menyetor PPn sebesar 10%



b.     Bagi Bendahara pada Sekolah bukan negeri

Pasal 22
PPn
Pasal 21
Pasal 23
Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh pasal 22 sebesar 1,5%
Memungut dan menyetor PPn sebesar 10%




       3.     Pemberian honor pada kegiatan penerimaan peserta didik baru, kesiswaan, pengembangan profesi guru, penyusunan laporan BOS dan kegiatan pembelajaran

Semua bendaharawan/penanggungjawab dana BOS baik pada satuan pendidikan negeri maupun satuan pendidikan bukan negeri

3.1.  Bagi guru/pegawai non PNS sebagai peserta kegiatan dipotong PPh Pasal 21 sebesar 5% dari jumlah bruto honor.
3.2.  Bagi guru/pegawai PNS :
a.      Golongan I dan II dengan tariff 0% (nol persen)
b.     Golongan III dengan tariff 5% (lima persen) dari penghasilan bruto
c.      Golongan IV dengan tariff 15% (lima belas persen) dari penghasilan bruto.

        4 .     Honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer satuan pendidikan yang tidak dibeayai dari Pemerintah Pusat dan atau Daerah yang dibayarkan bulanan

Semua bendaharawan/penanggungjawab dana BOS baik pada satuan pendidikan negeri maupun satuan pendidikan bukan negeri
4.1.  Penghasilan rutin setiap bulan untuk Guru Tidak Tetap (GTT), Tenaga Kependidikan Honorer, Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk jumlah sebulan sampai PTKP tidak terhutang PPh Pasal 21
4.2.  Penghasilan rutin setiap bulan untuk Guru Tidak Tetap (GTT) , Tenaga Kependidikan Honorer, Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk jumlah sebulan lebih dari PTKP dipotong PPh Pasal 21 dihitung dengan menyetahunkan penghasilan sebulan.


 5     Honor kepada tenaga kerja lepas orang pribasi yang melaksanakan kegiatan perawatan atau pemeliharaan satuan pendidikan,  Semua bendaharawan/penanggungjawab dana BOS baik pada satuan pendidikan negeri maupun satuan pendidikan bukan negeri :

5.1.  Dalam hal upah harian belum melebihi PTKP, dan jumlah komulatif yang diterima atau diperoleh dalam bulan kalender belum melebihi PTKP; tidak dipotong PPh Pasal 21.
5.2.  Dalam hal upah harian telah melebihi PTKP, dan jumlah komulatif yang diterima atau diperoleh dalam bulan kalender beelum melebihi PTKP maka PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar upah harian setelah dikurangi PTKP; PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar upah harian setelah dikurangi PTKP dikalikan 5%.
5.3.  Dalam hal jumlah upah komulatif yang diterima atau diperoleh dalam bulan kalender yang bersangkutan telah melebihi PTKP harian dan kurang dari PTKP bulanan. PPH Pasal 21 yang harus dipotong adalah upah harian setelah dikurangi PTKP sehari dikalikan 5%.
5.4.  Dalam hal jumlah upah komulatif yang yang diterima atau diperoleh dalam satu bulan kalender telah melebihi PTKP bulanan. PPh Pasal 21 dihitung dengan menerapkan tariff pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas jumlah upah bruto dalan satu bulan yang disetahunkan setelah dikurangi PTKP, dan PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar PPh Pasal 21 hasil perhitungan tersebut dibagi 12.

        6.     Jasa Lainnya.

Semua bendaharawan/penanggungjawab dana BOS baik pada satuan Pendidikan negeri maupun satuan Pendidkan bukan negeri.

6.1.          Hadiah dan penghargaan kegiatan lomba/prestasi belajar, dikenakan 15% x jumlah bruto (ber-NPWP dan 30% Non-NPWP)
6.2.          Sewa dan jasa lainnya,  dikenakan 2% x jumlah bruto untuk yang ber-NPWP dan 4% untuk yang Non NPWP.
6.3.          Jasa sehubungan dengan software computer, termasuk perawatan, pemeliharaan dan perbaikan, dikenakan 2% x jumlah brutto untuk ber-NPWP dan 4% untuk non NPWP.
6.4.          Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan,  listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel. dikenakan 2% x jumlah brutto untuk ber-NPWP dan 4% untuk non NPWP.
6.5.          Jasa perawatan / perbaikan/pemeliharaan mesin, peralatan, listrik, tetepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel, alat transportasi/kendaraan, dikenakan 2% x jumlah brutto untuk ber-NPWP dan 4% untuk non NPWP.
6.6.          Jasa kebersihan atai cleaning Service, dikenakan 2% x jumlah brutto untuk ber-NPWP dan 4% untuk non NPWP.
6.7.          Jasa Katering atau tata boga, dikenakan 2% x jumlah brutto untuk ber-NPWP dan 4% untuk non NPWP, dan 10% x jumlah pembayaran minimal Rp. 60.000 per bulan.
6.8.          Jasa percetakan, penggandan, dan/atau penjilidan, dikenakan 2% x jumlah brutto untuk ber-NPWP dan 4% untuk non NPWP.