expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 25 Maret 2014

KOPDAR OPERATOR REMBANG : Mengurai Permasalahan DAPODIK

Tak henti-hentinya  pengolahan data di DAPODIK membuat 'kejutan' bagi operator sekolah. Setelah dirilisnya daftar PTK yang siap diusulkan untuk mendapatkan SK Tunjangan Profesi, membuat banyak operator sekolah merasa kebingungan.
Apa pasal?
Dengan banyaknya guru yang invalid data mengakibatkan namanya tidak tercantum dalam daftar calon yang diusulkan,
Pada satu sisi operator sudah merasa optimal dalam mengentri data, disisi lain permasalahan timbul ketika banyak entri yang gagal apalagi ada PTK dalam satu sekolahan tidak ada sama sekali yang muncul namanya. Pada titik ini operator jelas mendapat tekanan dari Kepala Sekolah dan sesama rekan guru.

Siapa yang salah?

Minimnya pelatihan dan sosialisasi adalah hal yang dikeluhkan oleh banyak operator sekolah.
Seringnya ada perubahan pada aplikasi membuat repot operator, apalagi jika mereka tidak proaktif dalam mencari informasi.

Kegiatan POPDA tingkat kabupaten Rembang (25/03/14) dimanfaatkan oleh sebagian operator untuk berbagi mengenai kendala yang dihadapi dengan harapan bisa mengurai permasalahan yang dihadapi. Kegiatan yang diprakarsai oleh Om Reagen dan Pakde Wawi ini menghadirkan Pak Heri Purwanto sebagai nara sumber yang berkompeten di bidangnya.

Dari pertemuan yang singkat ini terungkap bahwa banyak sekali operator yang masih kesulitan dalam menjalankan aplikasi ini, karena adanya aplikasi-aplikasi tambahan yang sama sekali mereka tidak ketahui. Salah satu contoh adalah bagaimana cara backup data. Back up data adalah hal yang wajib dilakukan oleh operator untuk keamanan data jika suatu ketika komputer atau laptop yang digunakan mengalami kerusakan atau error aplikasi.

Semoga pada masa-masa yang akan datang ada pembinaan yang rutin dari Dinas terkait dan peran yang lebih proaktif oleh operator dalam mengikuti segala perkembangan yang terjadi seputar pengentrian data sehingga tidak terjadi saling menyalahkan.

 Sebagai catatan tambahan adalah jika ada data yang invalid di lembar Lapor Tunjangan Dikdas segera perbaiki melalui apliksi dapodikdas untuk sementara waktu jangan lakukan sinkronisasi karena server sedang dalam perbaikan. Tindakan tepat yang dilakukan segera lakukan backup BSD dan segera kirim kepada operator tunjangan kabupaten.

Dapodik helper dan BSD

Dapodik helper adalah aplikasi backup untuk keamanan data jika suatu saat komputer yang digunakan mengalami kerusakan atau memindahkan apliksi Dapodikdas ke komputer lain. Sedangkan Backup Sinkron Dapodik (BSD) adalah aplikasi backup 'darurat' untuk tunjangan guru setelah server mengalami perbaikan setelah mengalami overload data.

Dibawah ini ada sedikit cara backup dengan dapodik helper :
  • Instal komputer dengan apliksi dapodik helper.
  • ikuti langkah-langkah dalam instalasi sampai selesai.
  • Cara backup adalah dengan membuka local (C) >> program file >> dapodikdas>>DAgent.exe>> double klik>> pilih backup>> pilih folder untuk menyimpan.
  • Cara memunculkan data kembali adalah dengan membuka local (C) >> program file >> dapodikdas>>DAgent.exe>> double klik>> pilih resto>> pilih folder dimana file disimpan>>klik resto.
  • memindahkan aplikasi Dapodikdas pada komputer lain bisa dilakukan dengan cara ini setelah kopmuter tersebut sudah terpasang aplikasi beserta patcnya.
Terima kasih semoga bisa membatu
Selamat mencoba...


Tidak ada komentar :

Posting Komentar