expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 08 Oktober 2011

Proposal Penelitian Tindakan Kelas


Usaha Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru seperti tertuang dalam Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005, telah banyak sekali dampaknya. Utamanya adalah tingkat kesejahteraan para Guru. Disisi lain Pemerintah berharap sebagai guru profesional dengan kesejahteraan yang oke, akan membawa dampak kinerja yang wwwuooookey pula. yang pada akhirnya akan mutu pendidikan.

Akan tetapi adakah peningkatan kenerja bagi para guru yang sudah mendapat Tunjangan Profesi?? Untuk jawabannya tentunya berpulang pada diri kita masing-masing.........

Sebagai guru yang profesional, berbagai langkah pembelajaran haruslah tersusun dengan sitematis dan terencana.

1. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Untuk sebagian guru PTK adalah momok. Apalagi untuk kenaikan tingkat mulai golongan III seorang guru membuat PTK. Tentunya sebagai guru janganlah kita merasa kesulitan sebelum mencobanya.

Sebelum menuju Penelitian Tindakan Kelas, tak ada salahnya disini akan kami sajikan sebuah Proposal PTK. Terlepas benar dan tidak, lengkap atau tidak, semoga dapat dijadikan bahan perbandingan, atau cukup hanya dengan dibaca saja........


2. Contoh Proposal PTK

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. JUDUL PENELITIAN

Efektifitas Penggunaan Alat Peraga Dalam Meningkatkan Keaktifan Dan Hasill Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Maju Terus Dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.

B. BIDANG KAJIAN

Desain dan Strategi Pembelajaran di Kelas

C. PENDAHULUAN

Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial guru sering mengalami kesulitan dalam penyampaian materi pelajaran. Dari pihak pelaksana atau guru sebenarnya penyampaian materi pelajaran apapun tidak ada masalah . Biasanya yang mengalami masalah adalah anak didik atau siswa, mengapa demikian , karena berhasil tidaknya pembelajaran di lihat dari hasil yang diperoleh siswa. Namun kesalahan itu tidak mutlak dari dalam diri siswa, mungkin juga ada pada guru yang menyampaikan pelajaran. Kehendak guru tidak sama dengan kehendak siswa. Kadang guru ingin semua materi cepat diserap siswa dengan mudah, namun yang terjadi sebaliknya. Kalau guru menghendaki secepatnya tetapi siswa lambat menerimanya, karena kemampuan siswa yang satu dengan siswa yang lain tidak sama sehingga guru di tuntut mampu untuk menghadapi siswa dengan bermacam – macam karakternya dan mendapat nilai yang sama baiknya.

Untuk memperoleh hasil yang baik, maka guru harus mampu menyampaikan materi yang sejelas – jelasnya kepada siswa supaya prestasi siswa lebih baik. Untuk mendukung hal tersebut maka dalam pembelajaran, alat Bantu atau alat peraga yang dapat membantu guru untuk memperjelas materi agar dapat diterima siswa dengan baik. jika semua siswa dapat menerima materi dengan baik, maka prestasi siswa meningkat ( Sukemi, 2007 : I )

Untuk mengetahui tercapai tidaknya KD, guru perlu mengadakan tes formatif setelah penyajian satu bahasan kepada siswa. penilaian formatif ini untuk mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai Kompetensi Dasar (KD) yang ingin dicapai. Fungsi penilaian ini adalah untuk memberikan umpan balik kepada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan remedial atau perbaikan bagi siswa yang belum berhasil ( Syaiful Bahri Djamarah,dkk,2002 : 119 )

D. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH

1 Perumusan Masalah

1.1. Bagaimana caranya agar siswa dapat aktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ?

1.2. Apakah bahasa yang di gunakan guru dalam penyampaian materi dapat di pahami siswa ?

1.3. Apakah siswa sudah di libatkan dalam penggunaan alat peraga ?

1.4. Apakah ada peningkatan prestasi siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, dengan penggunaan alat peraga dalam pembelajaran ?

2 Pemecahan Masalah

Salah satu sisi karakteristik setiap mata pelajaran menunjuk pada adanya kekhususan cara dalam penyampaian oleh guru kepada murid. Mata pelajaran khususnya cara penyampaian guru dan lingkungan memiliki konstribusi terhadap terjadinya kelelahan yang di alami oleh siswa baik fisik maupun psikis serta interkoneksi antara keduanya. Sebagai akibat dari kelelahan di maksud menjadikan aanak tidak tertarik dalam mengikuti pelajaran dan cepat dihinggapi rasa bosan, tidak berani bertanya, bila di tanya apakah sudah jelas semua hanya diam, pengerjaan tugas berlarut – larut, serta tidak tuntas dalam memahami pelajaran. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan dan penggunaan semata, akan tetapi lebih dari itu menyangkut masalah kemanusiaan yang harus didekati dari perkembangannya.

E. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah terjadinya perubahan dalam pembelajaran, siswa dapat secara tuntas menangkap materi pelajaran. Adapun tujuan khusus yang dapat dicapai melalui penelitian ini adalah :

a. Siswa dapat aktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

b. Penyampaian materi tidak terlalu cepat

c. Penggunaan alat peraga dapat efektif sehingga dapat menarik perhatian siswa

d. Diperoleh peningkatan daya serap siswa terhadap mata pelajaran yang diikuti.

F. MANFAAT HASIL PENELITIAN

1. Teoritis

Peneliti mengharapkan pembuatan proposal Penelitian Tindakan Kelas ini dapat bermanfaat untuk menambah perbendaharaan ilmu pendidikan Sekolah Dasar Negeri Bamban khususnya Efektifitas Penggunaan Alat Peraga dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dan pembaca pada umumnya serta menambah wawasan dalam pembuatan proposal.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Siswa, mampu memahami secara benar materi yang diterima serta prestasi dan hasil belajarnya dapat meningkat.

b. Bagi Guru, mampu memperbaiki cara pembelajarannya dan mampu memberi motivasi yang tepat bagi siswa.

c. Bagi Sekolah, dapat digunakan untuk acuan meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga prestasi sekolah menjadi meningkat.

G. KAJIAN PUSTAKA

Keberhasilan siswa di sekolah yang terlihat dari prestasi yang diperhatikan melalui hasil yang diperoleh dari ulangan, maupun raport yang secara berkala diberikan pihak sekolah kepada orang tua, antara lain dipengaruhi oleh kemampuan yang di miliki. Jadi sebaiknya kegagalan seorang siswa juga bisa disebabkan kemampuan yang kurang baik yang dimiliki siswa, Misalnya keteraturan belajar yang tidak menentu atau cara belajar yang salah atau siswa yang kurang optimal, kurang sungguh – sungguh belajarnya ( Singgih D. Gunarsa,dkk, 2004 : 68 )

Untuk dapat menarik perhatian siswa dalam pembelajaran khususnya pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, guru berupaya dengan berbagai cara agar siswa dapat termotivasi untuk belajar dan salah satu upaya tersebut adalah dengan memberikan ulangan dalam pembelajaran sehingga mampu memotivasi siswa untuk mau belajar di rumah, sehingga penguasaan materi bisa optimal, dan hasil belajarnya dapat mencapai target, sehingga prestasi siswa meningkat.

H. PERENCANAAN DAN PROSEDUR PENELITIAN

1. Perencanaan

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial berlangsung pada jam ke 1 dan ke 2. Siswa masih dalam keadaan segar dan pembelajaran dilaksanakan dengan suasana ceria dan tidak tegang. Pada awal pembelajaran guru juga menyampaikan apersepsi. Adapun yang perlu diperhatikan :

a. Dalam penyampaian materi harus mengunakan bahasa yang mudah di pahami siswa dan penyampaiannya tidak terlalu cepat.

b. Dalam penggunaan alat peraga siswa harus dilibatkan , agar mereka ikut aktif dan mengalami sendiri sehingga siswa tidak akan lupa.

c. Siswa di beri umpan balik dalam pembelajaran dan tugas di berikan secara bervariasi agar siswa tidak bosan.

d. Alat peraga yang dipakai , yang mudah di dapat dan di kenal siswa di lingkungan sekitar.

e. Sebelum melanjutkan atau pindah ke materi berikutnya sebaiknya guru memberi tugas latihan berulang-ulang agar siswa benar-benar memahami materi yang sudah diajarkan, jika akan melanjutkan ke topik lain.

2. Pelaksanaan Tindakan

Menyiapkan pelaksanaan tindakan yang berbentuk skenario pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas V dengan materi Membiasakan Hidup Hemat.

· Guru memulai pelajaran dengan menyapa siswa, dilanjutkan tanya jawab sekitar siswa yang ada hubungannya dengan topik yang akan diajarkan / disajikan.

· Guru menggunakan alat peraga ketika menjelaskan cara membiasakan Hidup Hemat dalam kehidupan sehari-hari, dan meminta siswa untuk aktif meragakan alat peraga bersama guru maupun temannya.

· Mengadakan tanya jawab pada siswa tentang materi yang telah disajikan.

· Memberikan latihan-latihan, kemudian membahas hasil latihan bersama-sama.

· Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah disajikan selama pembelajaran.

· Mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil yang dicapai.

3. Refleksi

Jika semua hal disebut di atas telah dipersiapkan, maka skenario tindakan tersebut dilakukan. Kegiatan ini merupakan initial act pada siklus pertama. Berdasarkan hasil refleksi ini, yakni kekurangan dan keunggulan tindakan kelas siklus I. Peneliti bersama guru melakukan revisi perbaikan terhadap rencana awal. Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini diakhiri dengan mengadakan evaluasi untuk mengetahui hasil yang dicapai pada akhir pembelajaran. Berdasarkan kajian pada siklus I, yaitu aktivitas siswa dalam keterlibatan mereka selama proses belajar mengajar yang diperoleh dari hasil observasi, revisi perbaikan terhadap rencana awal dilakukan untuk selanjutnya aktivitas Penelitian Tindakan Kelas masuk ke siklus II.

I. JADWAL PENELITIAN

Jadwal penelitian menunjuk pada ragam kegiatan dan waktu kegiatan dilaksanakan. Ragam kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi:

1. Kegiatan awal persiapan

a. Pembicaraan dialog dengan Kepala Sekolah dan guru mengenai rencana Penelitian Tindakan Kelas.

b. Pelatihan bagi guru dengan simulasi dan pemberian contoh cara melakukan tindakan simulasi, relasi, dan tindakan.

c. Persiapan cara dan penggunaan alat peraga.

d. Persiapan perangkat dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan tindakan.

e. Persiapan untuk mendiskusikan hasil pemantauan atau observasi dengan guru.

2. Persiapan.

3. Implementasi di kelas.

4. Pengelolaan dan pengendalian.

5. Modifikasi prosedur dan cara tindakan.

J. BIAYA PENELITIAN

Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti, adanya biaya tersebut adalah :

1. Fotocopy naskah

2. Kertas folio 1 pack

3. Jilid buku

4. Rental computer

5. Lain-lain

JUMLAH

:

:

:

:

:

:

Rp 20.000

Rp 30.000

Rp 15.000

Rp 50.000

Rp 20.000

Rp 135.000

K. PERSONALIA PENELITI

Penelitian ini melibatkan Tim peneliti, identitas dari Tim peneliti tersebut adalah :

Nama : Wahyu M., S.Pd.

NIP : 20040404 200404 1 004

Unit Kerja : SDN 1 Maju Terus

Pendidikan Terakhir : S1

Program Studi/Jurusan: PGSD

HALAMAN PENGESAHAN

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

1

Judul Penelitian

Efektifitas Penggunaan Alat Peraga Dalam Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri Bamban Dalam Ilmu Pengetahuan Sosial

2

Peneliti

a. Nama Lengkap dan Gelar

b. Jenis Kelamin

c. Nama Program Studi

d. NIP

Wahyu M.,S.Pd.

Laki-Laki

S1 PGSD

20040404 200404 1 004

3

Lama Penelitian

7 hari

Tanggal 10 sampai 17 November 2008

4

Biaya yang diperlukan

Rp. 135.000,00

( Seratus tiga puluh lima ribu rupiah )

Mengetahui

Kepala Sekolah

M. Temok Temen, S.Pd

NIP. 19990909 199909 1 009


Rembang, 18 November 2008

Peneliti

Wahyu M. S.Pd

NIP. 20040404 200402 1 004

Daftar Pustaka

Djamarah, Syaiful Bahri . 2002 . Strategi Belajar Mengajar . Jakarta : PT Rineka Cipta .

Gunarsa, Singgih D,dkk . 2004 . Psikologi Praktis Anak Remaja dan Keluarga . Jakarta : PT Bpk Gunung Mulia .

Sukemi . 2007 . Efektifitas Penggunaan Alat Peraga Dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa . Pati : UPBJJ-UT Semarang Pokjar Pati .

Sukiman, dkk . 2005 . Pengubahan off.Task Behavior ke on-Task Behavior Siswa di Kelas Melalui Penerapan Bimbingan Berbasis Ekologi . Kudus : Universitas Muria Kudus .











Tidak ada komentar :

Posting Komentar