Senin, 30 Maret 2026

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Jenjang SD

 



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Jenjang SD - Pembelajaran Mendalam (PM) hadir sebagai pendekatan transformatif dalam dunia yang mendorong partisipasi aktif murid, memperkuat relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata, dan menciptakan ekosistem belajar yang berkesadaran, bermakna, serta menggembirakan Implementasi PM pada jenjang Sekolah Dasar (SD) tidak hanya berdampak pada proses belajarmengajar di kelas, tetapi juga pada strategi kurikulum, peran guru, kepala sekolah, hingga pengawasan dan manajemen sekolah secara menyeluruh.

Kurikulum dalam PM dirancang dengan karakteristik yang dinamis, fleksibel, dan responsif terhadap perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Kurikulum ini berpusat pada peserta didik dengan memberikan ruang bagi minat, gaya belajar, dan motivasi masing-masing murid. Di dalamnya juga terkandung pembelajaran lintas disiplin yang mendorong eksplorasi antar bidang ilmu secara kontekstual dan terhubung dengan kehidupan masyarakat melalui isu nyata seperti lingkungan, kesehatan, dan kewarganegaraan. 


Susunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (RPPM) 

1. Identifikasi

2. Desain Pembelajaran

3. Pengalaman Belajar

4. Asesmen


1. Identifikasi

• Mengidentifikasi kesiapan peserta didik

• Memahami karakteristik materi pelajaran

• Menentukan dimensi profil Lulusan

2. Desain Pembelajaran

• Menentukan tujuan pembelajaran

• Menentukan topik pembelajaran yang kontekstual dan relevan

• Mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan topik

• Menentukan kerangka pembelajaran

3. Pengalaman Belajar

• Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan

• Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah kegiatan awal, inti dan penutup.

• Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

4. Asesmen

• Asesmen pada awal pembelajaran

• Asesmen pada proses pembelajaran

• Asesmen pada akhir pembelajaran

Langkah pertama dalam perencanaan PM adalah proses identifikasi. Guru perlu memahami kesiapan

murid melalui analisis pengetahuan awal, gaya belajar, dan kondisi sosial-emosional. Tak hanya itu, guru juga harus mengidentifikasi karakteristik mata pelajaran serta menentukan dimensi Profil Lulusan yang paling relevan dengan tujuan pembelajaran. 

Pada tahap desain pembelajaran, guru menetapkan tujuan pembelajaran berbasis kompetensi dan menentukan topik yang kontekstual, relevan, dan menantang bagi murid. Pembelajaran tidak lagi bersifat hafalan semata, namun menekankan integrasi lintas disiplin ilmu serta membangun pemahaman secara holistik. Untuk mendukung ini, guru mengembangkan kerangka pembelajaran berbasis empat pilar: praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi digital.

Pengalaman belajar dalam PM dirancang melalui tahapan memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Murid tidak hanya menyerap pengetahuan, tetapi menggunakannya dalam proyek, diskusi, dan tugas-tugas eksploratif yang menyenangkan. Proses belajar yang menggembirakan ini menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemandirian belajar, sehingga mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat yang aktif dan reflektif.

Asesmen dalam PM dilakukan secara berkesinambungan, terdiri atas asesmen awal, formatif, dan sumatif. Di awal pembelajaran, guru mengukur kesiapan dan latar belakang murid. Selama proses belajar, asesmen formatif digunakan untuk memberikan umpan balik dan penyesuaian strategi mengajar.

Di akhir, asesmen sumatif menilai sejauh mana murid mencapai kompetensi dengan beragam metode seperti portofolio, proyek, dan presentasi autentik.

Selain itu, PM juga mendorong kolaborasi yang luas, melibatkan guru lintas mata pelajaran, orang tua, komunitas, dan mitra eksternal. Kolaborasi ini memperkaya pengalaman belajar murid, memungkinkan mereka melihat hubungan antara teori dan praktik di dunia nyata. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya terjadi di kelas, tetapi merambah ke ruang-ruang sosial, digital, dan komunitas.

Pemanfaatan teknologi menjadi komponen penting dalam PM. Guru dapat mengintegrasikan e-learning, simulasi, augmented reality (AR), hingga kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung akses belajar yang merata dan personal. Teknologi membantu memperluas cakupan pembelajaran, terutama di daerah terpencil, dan mendekatkan murid dengan sumber belajar global.

Silakan klik tombol Unduh di bawah ini untuk mendapatkan dokumen Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) Jenjang SD dan mulai transformasi pembelajaran di sekolah.


• Contoh RPM SD IPAS IPA 1 ( Unduh disini)

• Contoh RPM SD IPAS IPA 2 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD IPAS IPS 1 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD IPAS IPS 2 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD Pend Pancasila 1 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD Pend Pancasila 2 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD Matematika 1 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD Matematika 2 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD B Indonesia 1 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD B Indonesia 2 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD B Inggris 1 ( Unduh Disini)

• Contoh RPM SD B Inggris 2 ( Unduh Disini)

Minggu, 29 Maret 2026

Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2026 Jenjang SD, SMP, SMA/SMK, SLB

 Panduan O2SN SD 2026: Strategi Nasional Menumbuhkan Talenta Olahraga Sejak Dini 

O2SN dirancang sebagai wahana untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengaktualisasikan potensi siswa di bidang olahraga, sekaligus membentuk karakter unggul yang berlandaskan nilai sportivitas, disiplin, dan integritas.

Landasan Filosofis dan Kebijakan

Pelaksanaan O2SN 2026 berakar pada paradigma pendidikan holistik yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pengembangan non-akademik, khususnya olahraga. Program ini sejalan Penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (seperti berolahraga, hidup sehat, dan disiplin)

Pembentukan 8 Dimensi Profil Lulusan, meliputi:

1.  Keimanan dan akhlak mulia

2. Kewargaan

3. Penalaran kritis

4. Kreativitas

5. Kolaborasi

6. Kemandirian

7. Kesehatan

8. Komunikasi

Selain itu, O2SN juga mendukung implementasi:

• Desain Besar Olahraga Nasional (DBON)

• Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN)

yang menekankan pembinaan atlet sejak usia sekolah secara sistematis dan berkelanjutan.

O2SN SD Tahun 2026 bertujuan untuk:

• Mengembangkan talenta olahraga siswa sejak dini

• Menyiapkan atlet berprestasi nasional dan internasional

• Menumbuhkan karakter sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab

• Membudayakan pola hidup sehat dan aktif

• Memperkuat nasionalisme dan solidaritas antar siswa


O2SN SD 2026 mempertandingkan 5 cabang olahraga utama:

1. Kids’ Athletics

2. Renang

3. Bulutangkis

4. Pencak Silat

5. Senam


Setiap cabang dirancang sesuai karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar, dengan

pendekatan kompetisi yang edukatif dan aman

Sistem Penyelenggaraan dan Mekanisme Seleksi, O2SN dilaksanakan secara berjenjang dan

berkelanjutan, meliputi:

1. Tingkat Sekolah

2. Tingkat Kecamatan

3. Tingkat Kabupaten/Kota

4. Tingkat Provinsi

5. Tingkat Nasional

Persyaratan Peserta O2SN harus memenuhi kriteria ketat, antara lain:

1. Siswa SD/MI kelas 3–5

2. Berusia maksimal kelahiran 1 Januari 2014

3. Memiliki NISN dan terdaftar resmi

4. Lolos seleksi berjenjang

5. Tidak pernah menjadi juara nasional sebelumnya

6. Sehat jasmani dan menjunjung sportivitas


Jadwal Pelaksanaan O2SN 2026, Rangkaian kegiatan dilaksanakan sepanjang tahun 2026:

1. Februari–Maret: Seleksi tingkat sekolah

2. April–Juni: Seleksi kecamatan hingga kabupaten/kota

3. Juni–Juli: Seleksi tingkat provinsi

4. Agustus: Final tingkat nasional (17–23 Agustus 2026)


Nilai Strategis O2SN dalam Pendidikan. O2SN memiliki nilai strategis dalam pembangunan pendidikan

nasional, yaitu

• Sebagai instrumen manajemen talenta murid

• Mendorong pendidikan karakter berbasis pengalaman nyata

• Menguatkan integrasi antara pendidikan dan olahraga

• Menjadi fondasi pembinaan atlet masa depan Indonesia

Panduan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD   Tahun 2026 : Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tahun 2026 : https://drive.google.com/file/d/1-iLTiMsWLoh-4tIjWj21BAGtsSkJbDzE/view

🔴 Panduan O2SN SD 2026

datadikdasmen.com/2026/03/panduan-o2sn-sd-2026.html

🔵 Panduan O2SN SMP 2026

datadikdasmen.com/2026/03/panduan-o2sn-smp-2026.html

🟢 Panduan O2SN SMA/SMK 2026

datadikdasmen.com/2026/03/panduan-o2sn-sma-2026.html

🟠 Panduan O2SN SLB 2026

datadikdasmen.com/2026/03/panduan-o2sn-diksus-2026.html

Pendaftaran : https://daftar-bpti.kemendikdasmen.go.id/

PETUNJUK TEKNIS UJI KOMPETENSI PESERTA PENDIDIKAN PROFESI GURU (UKPPPG) BAGI GURU TERTENTU TAHUN 2026



 Penyelenggaraan Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2026 dinamakan Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG). 

Penyelenggaraan UKPPPG dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Permendikbudristek Nomor 19 Tahun 2024 tentang Pendidikan Profesi Guru. Sebagai bagian dari upaya untuk menjamin mutu pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru, UKPPPG terus dikembangkan agar dapat mencetak lulusan yang kompeten dan mampu mengajar secara efektif dalam berbagai situasi dan lingkungan sekolah.

Pelaksanaan UKPPPG bagi peserta PPG Guru Tertentu Tahun 2026 dilaksanakan dengan memperhatikan hasil evaluasi dan berbagai masukan dari penyelenggaraan sebelumnya, sehingga proses dan mekanisme ujian dapat berjalan lebih optimal, akuntabel, dan berkualitas. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tersebut, disusun Petunjuk Teknis sebagai acuan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UKPPPG. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan melancarkan pelaksanaan UKPPPG tahun 2026

Sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu Pendidikan Profesi Guru, UKPPPG terus dikembangkan guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif dalam berbagai kondisi dan lingkungan sekolah

UKPPPG bagi peserta Guru Tertentu terdiri atas dua bentuk ujian, yaitu:

1. Ujian Tertulis, meliputi:

- Tes Objektif Pedagogical Content Knowledge (PCK)

- Situational Judgement Test (SJT)

- Tes uraian studi kasus reflektif


2. Ujian Kinerja, meliputi:

- Penilaian perangkat pembelajaran

- Penilaian video pembelajaran


Pelaksanaan UKPPPG Tahun 2026 disusun dengan mempertimbangkan hasil evaluasi dan berbagai masukan dari pelaksanaan sebelumnya, sehingga diharapkan proses dan mekanisme ujian dapat berjalan lebih optimal, akuntabel, dan berkualitas.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tersebut, disusun Petunjuk Teknis sebagai pedoman bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UKPPPG.

Petunjuk Tehnis UKPPPG dapat diunduh pada :https://ppg.kemendikdasmen.go.id/news/petunjuk-teknis-ukpppg-bagi-guru-tertentu-tahun-2026